Chinese scientists put quantum chaos in slow motion

Chinese researchers have controlled a temporary stable phase in quantum systems, putting quantum chaos in slow motion and offering a possible avenue for preserving quantum information. This allows scientists to tune the speed of quantum decoherence, providing a vital tool for managing complex quantum environments.

Researchers from the Institute of Physics at the Chinese Academy of Sciences have reported in Nature that they used a superconducting quantum processor to control a temporary stable phase in quantum systems, known as prethermalization. This achievement slows quantum chaos, akin to nudging a pendulum: it swings for a while but eventually slows and stops.

Led by Fan Heng, the team observed that when a quantum system is disturbed, it naturally returns to equilibrium, with energy and information spreading until evenly distributed. By tuning the system, they extended this stable phase, offering longer preservation of quantum information. This could benefit applications like quantum computing and quantum key distribution, potentially enhancing security in systems similar to RSA.

Fan Heng stated that the finding provides a new tool for quantum information processing, aiding in handling complex quantum environments. The study was published on February 20, 2026, highlighting China's advances in quantum science.

Artikel Terkait

Peneliti di China telah menunjukkan panas mengalir dari dingin ke panas dalam sistem kuantum, yang berpotensi memerlukan pembaruan pada hukum kedua termodinamika. Menggunakan molekul sebagai qubit, tim memanipulasi informasi kuantum untuk mencapai pembalikan ini. Temuan ini menyoroti perbedaan antara fisika klasik dan kuantum.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah menggunakan superposisi kuantum untuk membantu qubit melanggar batas kuantum mendasar, memungkinkan mereka mempertahankan informasi lima kali lebih lama. Terobosan ini melibatkan sistem tiga qubit yang menunjukkan korelasi ekstrem sepanjang waktu. Temuan ini dapat meningkatkan aplikasi komputasi kuantum dan metrologi.

Para peneliti menemukan bahwa entropi tetap konstan selama transisi dari keadaan kuar-gluon yang kacau ke partikel stabil dalam tabrakan proton di Large Hadron Collider. Stabilitas tak terduga ini menjadi tanda tangan langsung dari prinsip unitaritas mekanika kuantum. Temuan ini, berdasarkan model yang disempurnakan dan data LHC, menantang intuisi awal tentang kekacauan proses tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah menunjukkan secara matematis bahwa jaringan saraf kuantum dapat membantu mengukur sifat-sifat objek kuantum yang sulit diakses, berpotensi menipu prinsip ketidakpastian Heisenberg. Dengan menyuntikkan keacakan ke dalam jaringan, para ilmuwan mungkin dapat menentukan beberapa sifat yang tidak kompatibel dengan lebih tepat. Pendekatan ini dapat mempercepat aplikasi dalam komputasi kuantum dan kimia.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak