Para peneliti telah menemukan bahwa tumpukan butir beras melemah di bawah kompresi cepat namun tetap kuat di bawah tekanan lambat. Sifat yang tidak biasa ini telah digunakan untuk menciptakan metamaterial yang secara otomatis menyesuaikan perilakunya berdasarkan kecepatan gaya yang diterapkan.
Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh University of Birmingham membuat penemuan ini dan mempublikasikan hasilnya di jurnal Matter. Fenomena yang disebut pelunakan laju (rate softening) ini terjadi karena gesekan antar butir beras menurun drastis selama pembebanan cepat, yang melemahkan jaringan gaya internal. Tim tersebut menggabungkan unit berbasis beras dengan pasir untuk membangun metamaterial granular. Material ini dapat membengkok, melengkung, atau mengeras secara berbeda di bawah gerakan lambat dibandingkan dengan benturan mendadak tanpa memerlukan elektronik atau sensor apa pun. Dr. Mingchao Liu dari University of Birmingham mengatakan bahwa penelitian ini mengubah material granular biasa menjadi sistem rekayasa yang merespons melalui sifat mekanisnya sendiri. Potensi penggunaannya mencakup robot lunak untuk pembedahan dan peralatan pelindung yang menyerap benturan dengan lebih efektif.