Fisikawan Oxford menciptakan status kuantum kucing Schrödinger baru

Para peneliti di University of Oxford telah menghasilkan keluarga baru superposisi kuantum menggunakan komponen nonklasik dalam sistem ion terperangkap. Pekerjaan ini menunjukkan kendali terprogram atas status gerak eksotis dan dapat memajukan teknologi kuantum.

Tim tersebut menggunakan pergerakan satu ion terperangkap untuk membangun superposisi dari komponen kuantum yang sangat nonklasik, bukan status koheren standar. Mereka menautkan status internal ion yang menyerupai qubit dengan status geraknya dan melakukan pengukuran di tengah sirkuit untuk meruntuhkan gerakan tersebut menjadi superposisi yang diinginkan.

Penulis utama Dr. Sebastian Saner mengatakan metode ini menyediakan alat untuk membentuk superposisi kuantum menjadi hampir semua bentuk. Pengukuran menunjukkan pola interferensi dan negativitas Wigner yang mengonfirmasi perilaku kuantum yang asli.

Dr. Raghavendra Srinivas, yang mengawasi pekerjaan ini, mencatat minat yang kuat dari rekan-rekannya dan mengatakan kelompoknya yakin bahwa mereka baru saja mulai mengeksplorasi kemungkinannya. Hasil penelitian ini muncul di Physical Review X.

Status-status ini dapat mendukung komputasi kuantum yang lebih tangguh dan koreksi kesalahan yang lebih sederhana, sekaligus menawarkan platform untuk mempelajari batas antara dunia klasik dan kuantum.

Artikel Terkait

Researchers at the University of Chicago have developed a straightforward method to produce complex entangled quantum states using basic adjustments in optical cavity systems. The approach relies on existing laboratory tools and could advance quantum sensing applications. Their findings appear in a recent issue of Physical Review X.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the University of Oxford have achieved the first-ever demonstration of quadsqueezing, a fourth-order quantum effect, using a single trapped ion. The breakthrough, published on May 1 in Nature Physics, introduces a novel method to engineer complex quantum interactions. This advance could enhance quantum simulation, sensing, and computing.

Researchers at Nanjing University have identified a new quantum state of matter in a thin carbon material that electrons neither fully two-dimensional nor three-dimensional. The discovery, termed the transdimensional anomalous Hall effect, emerged unexpectedly during experiments in magnetic fields. Lei Wang and his team confirmed the phenomenon after a year of analysis.

Dilaporkan oleh AI

French physicists James Hefford and Matt Wilson have proposed a mathematical model called QBox, outlining a post-quantum layer of reality that could bridge quantum theory and gravity. The theory introduces 'hyperdecoherence,' allowing quantum mechanics to emerge from a deeper realm with indefinite causality. Experts praise the work as a promising step toward quantum gravity.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak