American Airlines sepakati penggunaan Starlink untuk Wi-Fi dalam penerbangan

American Airlines telah menandatangani kontrak dengan SpaceX untuk melengkapi lebih dari 500 pesawat berbadan sempit dengan layanan internet satelit Starlink. Peluncuran layanan ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027.

Maskapai tersebut mengumumkan perjanjian itu pada hari Selasa. Kontrak ini mencakup armada Airbus milik maskapai tersebut dan akan memungkinkan penumpang mengakses Wi-Fi berkecepatan tinggi di pesawat-pesawat itu mulai awal tahun depan. American menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengganti penyedia layanan pada pesawat berbadan lebar mereka, yang saat ini menggunakan sistem dari Viasat dan Panasonic.

Artikel Terkait

A Tesla Cybercab with Starlink V5 antenna at the Santana Row showroom in San Jose, illustrating the integration announcement.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla confirms Starlink V5 integration in Cybercab

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla has confirmed that its upcoming Cybercab robotaxi will include built-in Starlink V5 satellite connectivity. The announcement appeared in social media posts and a new display at the company's Santana Row showroom in San Jose.

The US Federal Communications Commission has ruled in favor of SpaceX, promising faster speeds, lower costs, and greater reliability for Starlink and other satellite services. The decision provides a sevenfold capacity boost for satellite internet providers.

Dilaporkan oleh AI

SpaceX launched its 13th Starship test flight from South Texas on July 24 after weather and engine delays. The vehicle carried 20 next-generation V3 Starlink satellites on its first payload mission.

SpaceX plans to launch its initial public offering on the Nasdaq on Friday, with shares priced at $135 each. The offering is expected to raise $75 billion and value the company at about $1.75 trillion.

Dilaporkan oleh AI

SpaceX sent a demonstration capsule for its secretive Starfall system into low Earth orbit from Cape Canaveral, Florida. The launch marks an early test of technology intended to return cargo manufactured in space.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak