Rencana SpaceX untuk satu juta satelit AI memicu kekhawatiran terkait sampah antariksa

SpaceX telah merinci rencana untuk menempatkan hingga satu juta satelit besar di orbit guna berfungsi sebagai pusat data untuk kecerdasan buatan. Para ahli memperingatkan bahwa skala proyek ini dapat memperburuk masalah sampah antariksa dan meningkatkan risiko tabrakan.

Perusahaan tersebut mengajukan permohonan kepada Komisi Komunikasi Federal pada 29 Mei yang menguraikan proposal tersebut. Elon Musk membahas proyek ini dalam sebuah wawancara video yang diunggah di X sekitar 8 Juni, mendeskripsikan satelit tersebut sebagai satelit kecil dan mencatat bahwa ruang angkasa itu sangat luas.

Satelit yang disebut AI1 tersebut akan berukuran panjang 70 meter dan tinggi 20 meter. Lebih dari 500.000 unit akan beroperasi di ketinggian antara 946 hingga 1.002 kilometer di atas Bumi. Musk mengatakan perusahaan bertujuan untuk mengatasi masalah penggunaan lahan dan energi yang terkait dengan pusat data berbasis darat.

Astrofisikawan Jonathan McDowell dan Hanno Rein, bersama dengan profesor Universitas Birmingham Hugh Lewis, menyatakan kekhawatiran tentang kepadatan di ketinggian tersebut. Mereka mencatat bahwa sampah antariksa akan bertahan selama berabad-abad dan dapat menyebabkan serangkaian tabrakan yang dikenal sebagai Sindrom Kessler.

SpaceX juga mencari persetujuan untuk metode pembuangan yang mencakup orbit pembuangan Bumi atau orbit heliosentris alih-alih masuk kembali ke atmosfer. Penawaran umum perdana perusahaan dijadwalkan pada 12 Juni.

Artikel Terkait

SpaceX has acknowledged challenges in advancing its orbital AI projects amid a severe shortage of GPUs and unstable semiconductor partnerships.

Dilaporkan oleh AI

Satellite burn-ups, especially from SpaceX's Starlink constellation, release tons of metals like aluminum oxide into the mesosphere daily. This human-made injection now rivals or exceeds natural cosmic dust inputs, raising concerns about ozone depletion and orbital debris. Scientists warn of parallels to past environmental damage in oceans and the atmosphere.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak