Penemu Face ID Apple luncurkan startup AI untuk kesehatan otak

Gidi Littwin, salah satu penemu Face ID dan Vision Pro Apple, telah mendirikan startup AI bernama Hemispheric. Perusahaan ini mengembangkan pemindaian otak diagnostik yang ditujukan untuk kondisi seperti depresi, PTSD, dan Parkinson.

Littwin menghabiskan enam tahun terakhir untuk mengembangkan model kecerdasan buatan terdepan. Teknologi ini berupaya untuk menerjemahkan aktivitas listrik di otak guna mendiagnosis gangguan kognitif.

Hemispheric bertujuan untuk membuat pemindaian ini terjangkau dan dapat diakses layaknya tes darah standar. Startup ini berfokus pada aplikasi praktis dalam ilmu saraf dan pemeriksaan kesehatan mental.

Proyek ini dibangun berdasarkan pekerjaan Littwin sebelumnya di bidang visi komputer di Apple. Tidak ada tanggal peluncuran spesifik atau rincian pendanaan yang diungkapkan dalam laporan yang tersedia.

Artikel Terkait

Realistic image of WWDC 2026 stage presenting new Siri AI features.
Gambar dihasilkan oleh AI

Apple unveils Siri AI upgrade at WWDC 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Apple introduced Siri AI at its Worldwide Developers Conference, promising an enhanced assistant that handles complex tasks across apps. The update, part of iOS 27 and other operating systems, will roll out as a beta later this year. It integrates Google's Gemini models while maintaining privacy commitments.

Demis Hassabis highlighted Google's work using artificial intelligence to advance medical treatments during a recent keynote address. The CEO of Google DeepMind and Isomorphic Labs focused on projects targeting cancer and immune disorders.

Dilaporkan oleh AI

A San Francisco startup has begun testing a brain implant in humans that aims to detect and one day treat cancer. Three people have received the device so far.

Physical Intelligence, a San Francisco startup founded in 2024, is advancing robot control systems that learn multiple tasks using vision-language-action models derived from large language models. The company has demonstrated robots performing varied activities such as making coffee, folding clothes and cooking sweet potatoes based on verbal instructions.

Dilaporkan oleh AI

Meta is facing renewed questions about its development of facial recognition technology for its smart glasses following recent investigations into partnerships and prototype code.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak