Meta kembali menghadapi pertanyaan seputar pengembangan teknologi pengenalan wajah untuk kacamata pintarnya menyusul investigasi terbaru terhadap kemitraan dan kode purwarupa perusahaan.
Meta telah menguji fitur pengenalan wajah untuk kacamata pintar Ray-Ban miliknya bekerja sama dengan Rank One Computing, pemasok perangkat biometrik bagi militer dan penegak hukum Amerika Serikat. Investigasi Wired baru-baru ini mengungkap adanya lisensi perangkat lunak yang memungkinkan Meta menggunakan teknologi pengenalan wajah dan pendeteksi keaktifan tingkat militer milik perusahaan tersebut melalui aplikasi Meta AI. Perusahaan menghapus kode dorman untuk fitur bernama NameTag pada awal Juni setelah mendapat perhatian publik, namun pertanyaan tetap muncul mengenai upaya yang masih berlangsung. Meta menyatakan bahwa belum ada keputusan akhir mengenai peluncuran kapabilitas tersebut dan menekankan bahwa belum ada fitur yang dirilis kepada konsumen. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Meta mengatakan bahwa perusahaan akan menyikapi setiap perilisan di masa depan dengan penuh pertimbangan dan transparan. Kelompok privasi menyoroti risiko pengawasan biometrik, mencatat potensi dampaknya terhadap anonimitas dan komunitas yang terpinggirkan. Hal ini menyusul keputusan Meta pada 2021 untuk mengakhiri rencana basis data pengenalan wajah terpusat dan penyelesaian gugatan Texas pada 2024 terkait pengumpulan data senilai 1,4 miliar dolar AS.