Pasar Asia menguat seiring penurunan harga minyak setelah finalisasi draf memorandum perdamaian AS-Iran. Perkembangan ini mengurangi kekhawatiran mengenai potensi masalah pasokan energi. Optimisme seputar kecerdasan buatan juga mendukung ekuitas.
Pasar saham melonjak setelah para negosiator menyelesaikan draf memorandum perdamaian AS-Iran yang sangat dinantikan pada 28 Mei. Perjanjian tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Trump dan pemimpin Iran Khamenei, menurut laporan dari Axios yang dikutip dalam analisis pasar. Kemajuan tentatif ini memicu penurunan harga minyak, termasuk minyak mentah Brent, yang meredakan kekhawatiran investor mengenai gangguan dalam aliran energi.