Saham Asia melemah dari rekor tertinggi seiring lonjakan harga minyak

Ekuitas Asia mundur dari rekor tertinggi di tengah sinyal yang beragam terkait pembicaraan AS-Iran. Harga minyak mentah naik karena gangguan yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Dolar menguat sementara surat utang negara (Treasuries) melemah seiring memburuknya sentimen pasar.

Artikel Terkait

Illustration of rising Asian stocks and oil prices amid US-Iran tensions
Gambar dihasilkan oleh AI

Saham Asia menguat seiring kenaikan harga minyak di tengah ketegangan AS-Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Saham-saham Asia ditutup lebih tinggi pada hari Senin, didorong oleh perusahaan-perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan, meskipun kekhawatiran atas stabilitas Timur Tengah semakin meningkat. Harga minyak melonjak setelah Presiden Donald Trump menolak tanggapan Iran terhadap usulan perdamaian AS sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Perkembangan ini terjadi di tengah konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu antara kedua negara tersebut.

Pasar global mencatat penurunan harga minyak dan kenaikan harga saham setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan balasan. Dolar melemah terhadap mata uang lain sementara obligasi Treasury menguat di tengah berkurangnya kekhawatiran akan inflasi.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak turun sementara bursa saham Asia menguat setelah Presiden Donald Trump menunda serangan militer terhadap Iran. Langkah ini meningkatkan harapan adanya negosiasi untuk menyelesaikan konflik dan potensi dibukanya kembali jalur pengiriman energi.

Saham-saham Asia mencapai rekor tertinggi di tengah kenaikan saham teknologi dan berkurangnya ketegangan geopolitik. SK Hynix dari Korea Selatan mencapai kapitalisasi pasar sebesar $1 triliun. Harapan akan kesepakatan damai AS-Iran mendukung pasar ekuitas meskipun angka kepercayaan konsumen AS beragam.

Dilaporkan oleh AI

Pasar Asia menguat seiring penurunan harga minyak setelah finalisasi draf memorandum perdamaian AS-Iran. Perkembangan ini mengurangi kekhawatiran mengenai potensi masalah pasokan energi. Optimisme seputar kecerdasan buatan juga mendukung ekuitas.

Pasar Asia jatuh pada hari Senin karena serangan pesawat nirawak di Teluk mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Investor tengah menantikan laporan pendapatan Nvidia pada akhir minggu ini sebagai petunjuk mengenai kekuatan sektor kecerdasan buatan. Biaya energi yang tinggi menambah kekhawatiran inflasi global.

Dilaporkan oleh AI

Saham dan mata uang rupee India jatuh tajam pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal berakhirnya gencatan senjata dengan Iran. Serangan baru AS terhadap Iran dan kenaikan harga minyak memicu aksi jual tersebut. Harga emas dan perak juga memperpanjang kerugian dalam perdagangan di Mumbai.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak