Harga minyak naik setelah serangan AS terhadap Iran mengganggu pengiriman

Harga minyak naik menyusul serangan baru antara AS dan Iran yang mengganggu pengiriman di Selat Hormuz. Para analis memperingatkan bahwa pemulihan penuh pasokan minyak Teluk mungkin memakan waktu berbulan-bulan meskipun ada tanda-tanda kemungkinan de-eskalasi.

Harga minyak meningkat seiring dengan meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Serangan baru tersebut menghentikan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak mentah global.

Saudi Aramco memulai kembali pemuatan minyak setelah gangguan sebelumnya. Namun, kecelakaan helikopter baru-baru ini menambah komplikasi lebih lanjut pada operasi di wilayah tersebut.

Para analis mencatat bahwa meskipun ada laporan mengenai pembicaraan baru, kerusakan yang berkepanjangan dan masalah keamanan dapat menunda kembalinya tingkat pasokan normal selama beberapa bulan.

Artikel Terkait

US Navy warships blockading the Strait of Hormuz, with an oil tanker halted amid soaring prices and Iran tensions.
Gambar dihasilkan oleh AI

AS blokade Selat Hormuz di tengah krisis Iran, harga minyak tembus $100 menjelang pemilu paruh waktu

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tiga minggu setelah blokade Selat Hormuz oleh Iran dimulai, harga minyak melonjak 8% lagi hingga di atas $100 per barel seiring gagalnya perundingan damai AS-Iran dan langkah Angkatan Laut AS yang memberlakukan blokadenya sendiri untuk membatasi ekspor Iran. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran pasokan global, dengan Presiden Trump memperingatkan harga bahan bakar akan terus tinggi hingga pemilu paruh waktu di bulan November.

Harga minyak turun secara signifikan karena kapal tanker melanjutkan perjalanan melalui Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai awal antara AS, Israel, dan Iran. Meredanya kekhawatiran pasokan ini telah mendorong harga kembali ke tingkat sebelum perang.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak mentah telah melampaui $100 per barel di tengah macetnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perdagangan melalui Selat Hormuz tetap terbatas, dengan Iran menyita dua kapal dan AS mempertahankan blokade angkatan laut. Para analis memperingatkan adanya kenaikan harga lebih lanjut akibat gangguan yang terus berlangsung.

Harga minyak ditutup variatif pada hari Jumat setelah sempat naik, namun melonjak secara mingguan di tengah gangguan pasokan yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Menyusul terhentinya pembicaraan AS-Iran di tengah pekan yang sempat mendorong harga di atas $100, para pedagang memantau potensi kemajuan sambil mengkhawatirkan eskalasi. Minyak mentah WTI ditutup di kisaran $95 per barel.

Dilaporkan oleh AI

Melanjutkan kenaikan pekan lalu yang melampaui $100, harga minyak mentah menembus $110 per barel pada 29 April untuk sesi kedelapan berturut-turut. Reli ini menguat menyusul laporan mengenai kemungkinan rencana Amerika Serikat untuk memperpanjang blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan di Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak