Harga minyak turun di tengah harapan gencatan senjata Israel-Lebanon

Harga minyak mentah melemah pada 4 Juni menyusul gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang meningkatkan harapan untuk meredanya ketegangan AS-Iran.

Penurunan harga terjadi saat DPR AS mengesahkan resolusi yang membatasi aksi militer Presiden Trump terhadap Teheran. Para analis mencatat bahwa perkembangan ini dapat mendukung kemajuan diplomatik yang lebih luas di kawasan tersebut. Meskipun terdapat sinyal positif, para ahli memperingatkan bahwa gangguan di masa depan di Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan minyak global selama bertahun-tahun. Kontrak berjangka minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate keduanya mencerminkan pergerakan turun tersebut. Saudi Aramco dan produsen besar lainnya terus memantau situasi dengan saksama di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Artikel Terkait

News illustration of oil prices surging after Trump rejects Iran peace plan, with market turmoil in India and US-Iran tensions.
Gambar dihasilkan oleh AI

Harga minyak melonjak setelah Trump menolak rencana perdamaian Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Harga minyak naik tajam setelah Donald Trump menolak rencana perdamaian Iran, yang memicu gejolak di pasar global. Rupee mencapai rekor terendah dan ekuitas di India merosot di tengah perkembangan tersebut. Hal ini menyusul baku tembak antara AS dan Iran pekan lalu yang merusak gencatan senjata yang rapuh.

Harga minyak naik setelah Iran menolak untuk bertemu dengan utusan AS, sehingga meningkatkan ketegangan dan melemahkan prospek gencatan senjata. Langkah ini terjadi setelah penurunan harga sebelumnya yang terkait dengan meredanya konflik.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak turun karena investor menantikan perkembangan gencatan senjata Iran dan pertemuan puncak Presiden Trump dengan Xi Jinping dari Tiongkok. Minyak mentah berjangka Brent turun menjadi $106,95 per barel, sementara minyak mentah berjangka WTI mencapai $101,52.

Harga minyak naik menyusul serangan baru antara AS dan Iran yang mengganggu pengiriman di Selat Hormuz. Para analis memperingatkan bahwa pemulihan penuh pasokan minyak Teluk mungkin memakan waktu berbulan-bulan meskipun ada tanda-tanda kemungkinan de-eskalasi.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak meningkat menyusul permusuhan baru antara AS dan Iran yang melibatkan blokade laut dan serangan balasan. Minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu di tengah gangguan pasokan.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak