Harga minyak mentah melemah pada 4 Juni menyusul gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang meningkatkan harapan untuk meredanya ketegangan AS-Iran.
Penurunan harga terjadi saat DPR AS mengesahkan resolusi yang membatasi aksi militer Presiden Trump terhadap Teheran. Para analis mencatat bahwa perkembangan ini dapat mendukung kemajuan diplomatik yang lebih luas di kawasan tersebut. Meskipun terdapat sinyal positif, para ahli memperingatkan bahwa gangguan di masa depan di Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan minyak global selama bertahun-tahun. Kontrak berjangka minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate keduanya mencerminkan pergerakan turun tersebut. Saudi Aramco dan produsen besar lainnya terus memantau situasi dengan saksama di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.