Harga minyak naik ke level tertinggi dalam sebulan seiring meningkatnya serangan AS dan Iran

Harga minyak mencapai level tertinggi dalam empat pekan pada Selasa di tengah bentrokan baru antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Amerika Serikat kembali menerapkan blokade angkatan laut terhadap Iran dan melakukan serangan untuk malam ketiga. Dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab terkena rudal Iran.

Minyak mentah Brent naik melewati $85 per barel seiring reaksi para pedagang terhadap meningkatnya ketegangan dan risiko gangguan pasokan.

Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut. Pemberontak Houthi juga menembakkan rudal ke Arab Saudi.

Saham Asia diperdagangkan bervariasi, dengan aksi jual saham teknologi membebani sentimen pasar. Imbal hasil obligasi Treasury naik seiring pasar yang memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Para investor tengah menantikan data inflasi AS mendatang dan kesaksian dari Ketua Fed Warsh.

Artikel Terkait

Oil tankers in the Strait of Hormuz with naval ships and rising oil prices depicted.
Gambar dihasilkan oleh AI

Harga minyak naik di atas $90 karena konflik AS-Iran dan ancaman pelayaran Laut Merah mengguncang pasar

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Harga minyak naik pada hari Senin setelah pertempuran baru yang melibatkan AS dan Iran meningkatkan kekhawatiran mengenai arus minyak mentah melalui Selat Hormuz. Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $90 per barel, sementara patokan AS West Texas Intermediate naik ke kisaran menengah $80-an.

Harga minyak meningkat menyusul permusuhan baru antara AS dan Iran yang melibatkan blokade laut dan serangan balasan. Minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu di tengah gangguan pasokan.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak naik menyusul serangan baru antara AS dan Iran yang mengganggu pengiriman di Selat Hormuz. Para analis memperingatkan bahwa pemulihan penuh pasokan minyak Teluk mungkin memakan waktu berbulan-bulan meskipun ada tanda-tanda kemungkinan de-eskalasi.

Harga minyak naik tajam setelah Donald Trump menolak rencana perdamaian Iran, yang memicu gejolak di pasar global. Rupee mencapai rekor terendah dan ekuitas di India merosot di tengah perkembangan tersebut. Hal ini menyusul baku tembak antara AS dan Iran pekan lalu yang merusak gencatan senjata yang rapuh.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak turun sementara bursa saham Asia menguat setelah Presiden Donald Trump menunda serangan militer terhadap Iran. Langkah ini meningkatkan harapan adanya negosiasi untuk menyelesaikan konflik dan potensi dibukanya kembali jalur pengiriman energi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak