Harga minyak telah turun menyusul perjanjian sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut sanksi atas ekspor minyak Iran.
Perjanjian tersebut berbentuk nota kesepahaman 14 poin. Hal ini memulai periode 60 hari untuk negosiasi lebih lanjut antara kedua negara.
Pakta tersebut dapat menyelesaikan gangguan besar pada pasokan energi global. Para analis memperkirakan hal ini dapat menyebabkan kelebihan pasokan minyak yang signifikan pada tahun 2027.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent telah turun sebagai respons terhadap berita tersebut. Pasar sedang menyesuaikan diri dengan prospek peningkatan aliran minyak Iran setelah sanksi dilonggarkan.