Harga minyak mentah turun di bawah $95 per barel pada 15 April, menandai penurunan selama dua hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh optimisme terkait potensi dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran untuk mengatasi masalah pasokan Timur Tengah menyusul penutupan Selat Hormuz. Donald Trump mengisyaratkan bahwa negosiasi dapat segera dilanjutkan.
Harga minyak melanjutkan tren penurunannya, jatuh di bawah $95 untuk hari kedua berturut-turut. Para pedagang mengutip harapan yang berkembang bahwa diskusi baru antara AS dan Iran dapat meredakan gangguan pasokan di Timur Tengah yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz baru-baru ini, sebuah jalur sempit penting bagi aliran minyak mentah global, seperti yang dilaporkan oleh The Economic Times. Optimisme ini telah meningkatkan ekspektasi akan penyelesaian cepat untuk memulihkan pengiriman normal. Donald Trump mengindikasikan bahwa pembicaraan mungkin segera dilanjutkan, memicu sentimen pasar bahwa ketegangan dapat mereda. Perkembangan ini terjadi di tengah kekhawatiran yang lebih luas mengenai stabilitas regional yang memengaruhi pasar komoditas, dengan minyak mentah Brent dan WTI disebut dalam liputan terkait.