Harga minyak melonjak 5% di atas $106 per barel setelah komentar Trump

Harga minyak melonjak lebih dari 5% pada 2 April, melampaui $106 per barel, menyusul komentar dari Presiden Donald Trump. Pernyataan tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah, menghapus harapan akan de-eskalasi yang sempat muncul baru-baru ini. Pergerakan ini terjadi setelah harga sempat turun sesaat karena adanya prospek perdamaian.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik tajam, mendorong harga minyak di atas $106 per barel, sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times. Pidato Presiden Donald Trump meningkatkan kekhawatiran atas ketegangan di Timur Tengah, termasuk risiko pasokan di dekat Selat Hormuz. Hal ini membalikkan penurunan singkat yang dipicu oleh ekspektasi de-eskalasi di wilayah tersebut sebelumnya. Para ahli menunjukkan bahwa kerusakan yang sedang berlangsung dan risiko yang terus ada merupakan faktor yang kemungkinan akan membuat harga tetap tinggi. Mereka memperkirakan volatilitas akan berlanjut dalam waktu dekat di tengah ketidakpastian geopolitik. Lonjakan ini menggarisbawahi betapa sensitifnya pasar minyak terhadap perkembangan di zona konflik Timur Tengah. Tidak ada gangguan produksi khusus yang dicatat, namun retorika tersebut saja telah mendorong pemulihan harga yang cepat.

Artikel Terkait

News illustration of oil prices surging after Trump rejects Iran peace plan, with market turmoil in India and US-Iran tensions.
Gambar dihasilkan oleh AI

Oil prices surge as Trump rejects Iran peace plan

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Oil prices climbed sharply after Donald Trump rejected Iran's peace plan, sending ripples through global markets. The rupee hit a record low and equities slumped in India amid the developments. This follows last week's US-Iran exchange of fire that shattered a fragile ceasefire.

Crude oil prices have rocketed above $115 a barrel after the US and Iran exchanged fire, shattering a fragile ceasefire amid weeks of escalating tensions. Following stalled April peace talks, naval blockades, and ship seizures in the Strait of Hormuz, the clash has intensified fears of broader Middle East conflict, threatening global energy supplies and stoking market volatility.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Oil prices climbed on Monday after renewed fighting involving the U.S. and Iran heightened concerns about crude flows through the Strait of Hormuz. Brent crude traded above $90 a barrel, while U.S. benchmark West Texas Intermediate rose to the mid-$80s.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak