Saham Asia mencapai rekor tertinggi di tengah optimisme menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan melancarkan arus minyak melalui Selat Hormuz dan mengurangi tekanan inflasi. Biaya energi yang lebih rendah juga meredam kekhawatiran mengenai potensi kenaikan suku bunga.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman tersebut, yang menandakan langkah menuju meredanya ketegangan di Timur Tengah. Perkembangan ini meningkatkan kepercayaan investor, dengan berita positif dari sektor semikonduktor memberikan dukungan lebih lanjut bagi pasar.
Harga minyak menuju kerugian mingguan karena kesepakatan tersebut meningkatkan harapan akan normalisasi arus melalui Selat Hormuz. Para analis mencatat bahwa kesepakatan tersebut masih bersifat awal dan ketentuan-ketentuannya tampak condong ke arah Iran.
Risiko tetap ada, termasuk potensi penentangan dari Israel dan ketidakpastian mengenai status akhir kesepakatan tersebut. Gangguan selama empat bulan di wilayah tersebut telah berkontribusi pada kenaikan inflasi, yang mengubah beberapa ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.