Jasad Fernando Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, ditemukan dan teridentifikasi melalui cincin, jam tangan, serta tato dalam operasi SAR kapal tenggelam di Labuan Bajo. Pencarian dua anaknya yang masih hilang diperpanjang selama tiga hari lagi hingga 6 Januari 2026. Tragedi ini terjadi pada 26 Desember 2025 saat kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar.
Pada 26 Desember 2025, kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang, termasuk enam wisatawan Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat kru, tenggelam di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya awalnya dinyatakan hilang.
Pada 29 Desember 2025, jenazah seorang anak perempuan berusia 12 tahun, Martines Ortuno Maria Lia, putri Fernando Martin Carreras, ditemukan. Selanjutnya, pada pagi hari Minggu, 4 Januari 2026, jenazah Carreras ditemukan terapung di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E, sekitar 2 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT melalui perbandingan data ante mortem dari keluarga dan kedutaan dengan data post mortem, termasuk jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, dan ciri khusus seperti tato. "Benar yang bersangkutan adalah pelatih Valencia untuk tim B yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Keluarga Carreras, yang sedang berlibur Natal dan Tahun Baru di Taman Nasional Komodo bersama istri Mar Martinez Ortuno dan empat anak—Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martines Ortuno Enrique Javier, serta Ortuno Andrea—kini menunggu pemulangan jenazah. Saat ini, jenazah berada di fasilitas kesehatan Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan.
Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian dua anak Carreras yang masih hilang hingga 6 Januari 2026, fokus di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca. "Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian akan kembali kita laksanakan selama 3 hari ke depan," ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengikuti Undang-Undang Nomor 29 tentang Pencarian dan Pertolongan.