Kanada mengumumkan 8.000 stasiun pengisian EV baru

Kanada telah mengalokasikan dana tambahan untuk memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik publik sebanyak 8.000 stasiun. Inisiatif ini merupakan bagian dari Strategi Otomotif baru negara tersebut.

Pengumuman tersebut, yang dilaporkan pada 17 Februari 2026, bertujuan memperkuat ekosistem EV nasional di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik. Menurut rincian strategi, perluasan menargetkan titik pengisian publik untuk mendukung pengemudi di seluruh negeri. Mark Kane, dalam liputannya tentang perkembangan ini, menyoroti langkah tersebut sebagai kemajuan signifikan dalam upaya Kanada meningkatkan aksesibilitas EV. Pendanaan akan memfasilitasi penambahan stasiun-stasiun ini, meskipun jadwal penempatan spesifik tidak dijelaskan dalam laporan awal. Ini melanjutkan investasi berkelanjutan dalam transportasi ramah lingkungan, selaras dengan tujuan lebih luas untuk mengurangi emisi dan mempromosikan mobilitas listrik. Tidak ada detail lebih lanjut tentang jumlah dana atau lokasi pasti yang disediakan dalam pengumuman.

Artikel Terkait

Vivid photo illustration of a Tesla Supercharger station depicting Tesla's dominance in adding US DC fast-charging ports in Q3 2025, with cars charging and growth stats displayed.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla mendominasi penambahan pengisian cepat DC di AS pada Kuartal 3 2025

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Amerika Serikat menambahkan 4.061 port pengisian cepat DC baru pada kuartal ketiga 2025, membawa total nasional menjadi 64.486 di 12.375 stasiun. Tesla memimpin pertumbuhan dengan memasang 1.820 port baru, yang menyumbang hampir 45% penambahan, sementara rival seperti ChargePoint dan Electrify America tertinggal. Ekspansi ini mencerminkan pasar infrastruktur EV yang semakin matang, dengan keandalan meningkat dan harga sedikit naik.

Jaringan Supercharging Tesla di Amerika Serikat telah melampaui 3.000 stasiun. Tonggak ini mencerminkan ekspansi sekitar 20% sejak awal 2025.

Dilaporkan oleh AI

Tesla terus mengembangkan jaringan supercharger globalnya pada 2025, meskipun produksi dan penjualan otomotif perusahaan melemah. Perluasan ini menyoroti pergeseran strategis menjauh dari manufaktur kendaraan inti. Perkembangan ini menggarisbawahi investasi berkelanjutan dalam infrastruktur pengisian di tengah tantangan yang lebih luas.

Tesla mencapai rekor baru untuk penyebaran net Supercharger pada kuartal keempat 2025. Pertumbuhan tahunan penuh perusahaan tetap kuat, meskipun tidak melampaui rekor tahunan sebelumnya. Ekspansi ini menegaskan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur kendaraan listrik.

Dilaporkan oleh AI

Volkswagen mengumumkan bahwa pemilik kendaraan listrik ID.4 dan ID. Buzz-nya akan mendapatkan akses ke jaringan Supercharger Tesla di Amerika Utara mulai 18 November 2025. Ini mengikuti penundaan beberapa bulan dari jadwal awal. Pengemudi yang memenuhi syarat akan membutuhkan adaptor NACS untuk menggunakan lebih dari 25.000 pengisi daya cepat DC yang kompatibel.

Membangun atas demonstrasi terkini di AS dari pengisian puncak 1,2 MW untuk Tesla Semi, perusahaan kini bersiap menyebarkan Megacharger di seluruh Eropa. Ini mendukung peluncuran varian Semi yang disesuaikan dengan regulasi Eropa yang direncanakan. Dilaporkan 24 Februari 2026.

Dilaporkan oleh AI

Pilot Travel Centers telah bersepakat dengan Tesla untuk memasang pengisi daya khusus untuk Tesla Semi di lokasi terpilih di California, Georgia, Nevada, New Mexico, dan Texas. Langkah ini bertujuan mendukung adopsi yang semakin meningkat terhadap truk berat listrik. Pemasangan akan menampilkan stasiun pengisian daya berdaya tinggi di sepanjang jalan raya utama.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak