China achieves breakthrough in hydrogen sulfide treatment

Chinese researchers have achieved a breakthrough in hydrogen sulfide treatment, offering a new solution for a more sustainable chemical industry. The technology, developed by the Dalian Institute of Chemical Physics of the Chinese Academy of Sciences, was validated on Tuesday.

Hydrogen sulfide is a highly toxic compound commonly produced as a byproduct in natural gas extraction, refining, and coal chemical production processes. The complete removal of hydrogen sulfide and its resource utilization has long posed a challenge for the chemical industry.

After more than 20 years of research, the team at the Dalian Institute of Chemical Physics has explored photolysis and electrochemical methods to decompose hydrogen sulfide, addressing the scaling issues associated with large-scale hydrogen sulfide decomposition engineering. This technology is currently being applied in a coal chemical demonstration project that targets the annual elimination and resource utilization of 100,000 cubic meters of hydrogen sulfide. Data indicates that the conversion rate of hydrogen sulfide is nearly 100 percent, resulting in the production of high-quality sulfur and high-purity hydrogen.

"Many natural gas wells in China cannot be exploited due to high hydrogen sulfide content. With this technology, we can address environmental and ecological issues while also producing hydrogen and sulfur," Li Can, an academician of the Chinese Academy of Sciences and a researcher at the Dalian Institute of Chemical Physics, told China Media Group.

"In particular, hydrogen can be produced safely, at low cost, and on a large scale. It can be directly used in fuel cells and even in industries such as aerospace," said Li.

This breakthrough helps overcome limitations in developing China's natural gas resources and promotes the production of clean energy, advancing sustainability in the chemical sector.

Artikel Terkait

ETH Zurich scientists with single-atom indium catalyst converting CO2 to methanol in a high-tech lab reactor, sustainable energy theme.
Gambar dihasilkan oleh AI

Ilmuwan mengembangkan katalis atom tunggal untuk konversi CO2 menjadi metanol

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Para peneliti di ETH Zurich telah merekayasa katalis menggunakan atom indium yang terisolasi pada hafnium oksida untuk mengubah CO2 dan hidrogen menjadi metanol secara lebih efisien daripada metode sebelumnya. Desain atom tunggal ini memaksimalkan penggunaan logam dan memungkinkan studi yang lebih jelas tentang mekanisme reaksi. Terobosan ini dapat mendukung produksi bahan kimia yang berkelanjutan jika didukung oleh energi terbarukan.

Sebuah tim di Universitas Hong Kong telah menciptakan paduan baja tahan karat baru yang tahan terhadap korosi dalam elektrolisis air laut. Material ini dapat menggantikan komponen titanium yang mahal dalam sistem produksi hidrogen.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di University of Adelaide telah menciptakan proses bertenaga surya untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar hidrogen bersih dan bahan kimia lainnya. Teknik yang dikenal sebagai fotoreforming bertenaga surya ini menggunakan sinar matahari dan fotokatalis untuk menguraikan plastik pada suhu rendah. Eksperimen awal menunjukkan hasil hidrogen yang menjanjikan serta stabilitas sistem yang baik.

Para peneliti melakukan uji coba di Teluk Maine, menuang 65.000 liter natrium hidroksida ke laut pada Agustus 2025, yang menghilangkan hingga 10 ton karbon dioksida dari atmosfer. Eksperimen tersebut, uji peningkatan alkalinitas berbasis kapal pertama, tidak menunjukkan dampak signifikan pada kehidupan laut. Temuan awal diumumkan pada Pertemuan Ilmu Samudra di Glasgow pada 25 Februari.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di University of Münster telah mengembangkan teknik baru yang menggunakan cahaya untuk menghasilkan molekul housane yang sangat tegang. Struktur ringkas ini dapat mendukung kemajuan dalam pengembangan obat dan ilmu material.

Para ilmuwan di Universitas Nagoya telah mengembangkan fotokatalis berbasis besi yang mengurangi ketergantungan pada logam langka dalam sintesis organik. Desain baru ini menggunakan lebih sedikit ligan kimia mahal dan memungkinkan sintesis total asimetris pertama dari (+)-heitziamide A. Kemajuan ini mendorong reaksi kimia yang lebih berkelanjutan di bawah cahaya LED biru.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at IIT Delhi estimate that fully mitigating sulphur dioxide emissions from coal-fired power plants could prevent 1,24,564 deaths every year across India. The study, published in Nature this week, quantifies how these emissions contribute to both direct SO₂ levels and secondary PM2.5 formation. It also highlights uneven benefits that would favour lower-income and marginalised groups.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak