Experts endorse rapid scale-up of China's H2S-to-hydrogen tech after successful pilot

As detailed in the initial report on this breakthrough, experts at a Beijing evaluation conference on Tuesday praised the 'off-field electrocatalysis' technology developed by academician Li Can's team at the Dalian Institute of Chemical Physics. They recommended immediate industrial scale-up, following over 1,000 hours of uninterrupted operation at a Xinxiang pilot plant that eliminates nearly 100% of hydrogen sulfide emissions while producing high-value hydrogen and sulfur.

The pilot facility in Xinxiang, Henan province, processes waste gas from a nearby methanol plant operated by Shandong Sunway Chemical Group. It has demonstrated exceptional performance, yielding sulfur with 99.95%+ purity and hydrogen at 99.999% purity—premium products for global markets.

Key innovations include 'electron mediators' that shift H2S decomposition from electrode surfaces to a separate tank, preventing sulfur clogging, hydrogen bubble adhesion, and filter contamination. This keeps electrical components clean and efficient under ambient conditions.

The skid-mounted design occupies 20% less space than traditional Claus plants (which require >1,200°C and waste hydrogen potential), enabling easy transport and integration into refineries.

Li Can highlighted global challenges: China removes 8 billion cubic meters of H2S yearly (global emissions >70 billion), with the tech potentially supplying 40% of China's 1.8 million tons green hydrogen goal by 2030, aligning with 'dual carbon' targets.

Artikel Terkait

ETH Zurich scientists with single-atom indium catalyst converting CO2 to methanol in a high-tech lab reactor, sustainable energy theme.
Gambar dihasilkan oleh AI

Ilmuwan mengembangkan katalis atom tunggal untuk konversi CO2 menjadi metanol

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Para peneliti di ETH Zurich telah merekayasa katalis menggunakan atom indium yang terisolasi pada hafnium oksida untuk mengubah CO2 dan hidrogen menjadi metanol secara lebih efisien daripada metode sebelumnya. Desain atom tunggal ini memaksimalkan penggunaan logam dan memungkinkan studi yang lebih jelas tentang mekanisme reaksi. Terobosan ini dapat mendukung produksi bahan kimia yang berkelanjutan jika didukung oleh energi terbarukan.

Chinese researchers have achieved a breakthrough in hydrogen sulfide treatment, offering a new solution for a more sustainable chemical industry. The technology, developed by the Dalian Institute of Chemical Physics of the Chinese Academy of Sciences, was validated on Tuesday.

Dilaporkan oleh AI

Para ahli merekomendasikan untuk memfokuskan pasokan terbatas hidrogen hijau pada industri seperti pembuatan baja dan produksi amonia untuk memaksimalkan pengurangan emisi karbon. Sebuah studi yang menganalisis 2000 proyek global menyoroti sektor-sektor ini sebagai yang menawarkan manfaat iklim terbesar, sementara penggunaan di transportasi jalan dan pemanasan memberikan dampak lebih kecil. Dengan perkiraan produksi rendah, alokasi strategis sangat penting untuk tujuan nol bersih.

Peneliti di Universitas Santiago de Compostela melaporkan metode digerakkan cahaya yang secara langsung mengalilasi metana—menambahkan gugus alil yang dapat digunakan untuk membangun molekul lebih kompleks—dan mereka mendemonstrasikan pendekatan tersebut dengan memproduksi estrogen nonsteroid dimestrol dari metana.

Dilaporkan oleh AI

China has operationalized the world's largest compressed air energy storage facility in Jiangsu province, marking a major technical milestone in stabilizing its green energy grid. Developed by Harbin Electric Corporation, the facility uses underground salt caverns to store energy as compressed air for long-duration support.

Para peneliti melakukan uji coba di Teluk Maine, menuang 65.000 liter natrium hidroksida ke laut pada Agustus 2025, yang menghilangkan hingga 10 ton karbon dioksida dari atmosfer. Eksperimen tersebut, uji peningkatan alkalinitas berbasis kapal pertama, tidak menunjukkan dampak signifikan pada kehidupan laut. Temuan awal diumumkan pada Pertemuan Ilmu Samudra di Glasgow pada 25 Februari.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan di Universitas Nagoya telah mengembangkan fotokatalis berbasis besi yang mengurangi ketergantungan pada logam langka dalam sintesis organik. Desain baru ini menggunakan lebih sedikit ligan kimia mahal dan memungkinkan sintesis total asimetris pertama dari (+)-heitziamide A. Kemajuan ini mendorong reaksi kimia yang lebih berkelanjutan di bawah cahaya LED biru.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak