Burung hantu screech timur ditemukan di toko barang antik New York

Seekor burung hantu screech timur mengejutkan pembeli ketika ditemukan bertengger di rak di toko barang antik di East Durham, Kabupaten Greene. Petugas Konservasi Lingkungan Milliron berhasil mengamankan burung tersebut dan melepaskannya kembali ke alam liar. Insiden itu terjadi pada 21 Februari.

Pada hari Sabtu, 21 Februari, karyawan di toko barang antik di desa East Durham, Kabupaten Greene, menerima laporan dari pembeli yang melihat sesuatu yang tidak biasa di salah satu rak. Menurut siaran pers dari Departemen Konservasi Lingkungan Negara Bagian New York (DEC), benda itu ternyata adalah burung hantu screech timur yang sebenarnya, bertengger di sebelah toples kue berbentuk ayam. Petugas Konservasi Lingkungan (ECO) Milliron merespons panggilan tersebut. Ia menemukan burung hantu sedang tidur dan dengan lembut menggendongnya untuk mengeluarkannya dari toko. Milliron kemudian melepaskan burung itu ke area berhutan terdekat, di mana ia terbang ke pohon. Burung hantu screech timur adalah spesies nokturnal yang biasanya bersarang di rongga pohon. Tidak ada informasi yang tersedia tentang bagaimana burung hantu itu masuk ke toko barang antik. DEC menyoroti sifat unik insiden tersebut, yang menarik perhatian karena latar belakangnya yang tidak terduga di tengah koleksi barang vintage toko.

Artikel Terkait

Yordanka Almaguer from Cuba captured the photo of the day, titled 'Little Owl Waiting for Dark,' in Parana, Brazil, using a Canon T2i camera. This image features in Havana Times' section for reader-submitted photos from around the world. The publication encourages further submissions to share special moments and everyday details.

Dilaporkan oleh AI

Colombia's environmental authorities urged respect for wildlife following two recent incidents: a pigua nest fall in Buga and mistreatment of a two-toed sloth in Riosucio, Chocó.

Para peneliti dari Australia dan Selandia Baru telah menemukan fosil dari 16 spesies, termasuk nenek moyang baru burung kakapo, di sebuah gua dekat Waitomo di Pulau Utara. Sisa-sisa tersebut, yang berasal dari sekitar satu juta tahun yang lalu, mengungkap gelombang kepunahan yang didorong oleh letusan gunung berapi dan perubahan iklim jauh sebelum kedatangan manusia. Penemuan ini mengisi celah besar dalam catatan fosil negara tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Elang botak muda dari Arizona menentang pola migrasi tipikal dengan menuju utara selama musim panas dan gugur, menurut studi baru. Peneliti melacak burung-burung ini menggunakan pemancar satelit dan menemukan bahwa mereka bergantung pada situs pemberhentian historis sambil menghadapi ancaman signifikan. Temuan ini menyoroti perlunya upaya konservasi yang ditargetkan untuk melindungi rute mereka.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak