Peristiwa super El Niño telah mengubah industri perikanan di seluruh Pasifik kurang dari sebulan setelah kemunculannya. Pemerintah dan nelayan melaporkan perbedaan tajam dalam hasil tangkapan, dengan beberapa spesies berkembang biak sementara yang lain menghadapi penurunan drastis.
Di Peru, pihak berwenang telah membatalkan musim penangkapan ikan teri hingga Juli untuk melindungi stok yang terdesak lebih dalam dari biasanya akibat perairan yang lebih hangat. Kapal-kapal yang menggunakan sonar telah menemukan kawanan ikan tersebut lebih dari 100 meter di bawah permukaan, di luar jangkauan jaring standar.
Sebaliknya, nelayan di California Selatan melaporkan rekor tangkapan tuna sirip biru dan spesies air hangat lainnya yang telah bergerak lebih dekat ke pantai. Seorang manajer pemancingan olahraga di San Diego menggambarkan musim ini sangat produktif bahkan sebelum bulan Mei.
Pemerintah India bersiap menghadapi penurunan hasil tangkapan ikan kembung, sementara pasar lokal Peru mencatat harga beberapa jenis ikan naik dua kali lipat. Para ekonom memperingatkan bahwa fluktuasi harga produk makanan laut seperti minyak ikan dan pakan ternak kemungkinan akan menyusul.
Juan Carlos Sueiro dari Oceana Peru mencatat kerentanan yang meningkat seiring dengan semakin seringnya peristiwa El Niño yang lebih kuat akibat perubahan iklim. Para ilmuwan mengatakan setiap peristiwa berbeda, namun pola saat ini telah menciptakan pemenang dan pecundang yang jelas di antara komunitas nelayan.