Jungwon ENHYPEN meminta maaf karena mengenakan kaos Borat saat siaran langsung

Anggota ENHYPEN, Jungwon, menanggapi kekhawatiran penggemar dalam siaran langsung setelah mengenakan kaos Borat dalam video TikTok tanggal 18 Juli. Ia menyatakan telah membuang kaos tersebut setelah mengetahui implikasinya dan mengatur jadwal siaran langsung demi penggemar di Kazakhstan.

Video tersebut, yang kini telah dihapus, menampilkan Jungwon melakukan tantangan menari yang dibuat oleh seorang koreografer asal Kazakhstan. Kaos tersebut menampilkan Sacha Baron Cohen sebagai Borat, karakter dari film Borat! Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan, yang telah menuai kritik karena mempromosikan stereotip mengenai Kazakhstan. Jungwon menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan mengonfirmasi bahwa ia segera membuang kaos tersebut setelah memahami masalahnya. Penggemar mencatat upayanya dalam mempertimbangkan zona waktu di Kazakhstan sebelum memulai siaran langsung. Reaksi yang muncul mencakup perbandingan dengan mantan anggota NCT, Mark Lee, yang sempat menerima kecaman karena mengenakan kaos dengan bendera Konfederasi setelah meninggalkan grup tersebut. Beberapa penggemar berpendapat bahwa pendekatan Jungwon menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan pernyataan Mark sebelumnya, sementara yang lain membela tanggapan Mark sebagai sesuatu yang sudah cukup.

Artikel Terkait

Jung from Thai boy group PERSES faced accusations of copying promotional content from TXT's Yeonjun for his solo track Fly, leading to a tearful apology and fan criticism aimed at his agency.

Dilaporkan oleh AI

Former NCT member Mark faced backlash after his label Upper Room posted photos of him wearing a T-shirt with the Confederate flag on June 23.

Akil Godsey, frontman of Baltimore hardcore band End It, has spoken publicly for the first time about a June 5 incident at Lithuanian House in Toronto. The event involved a fan in a banana costume and drew significant online criticism.

Dilaporkan oleh AI

Saepul Bahri Binzein, known as Om Zein, was questioned by the Ministry of Home Affairs for eight hours on July 3, 2026, over his song 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' that faced criticism from Atalia Praratya.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak