Bupati Purwakarta akui salah dan minta maaf usai lagu dikritik

Saepul Bahri Binzein atau Om Zein diperiksa Kemendagri selama delapan jam pada 3 Juli 2026 terkait lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' yang menuai kritik dari Atalia Praratya.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengaku telah melakukan kesalahan selama pemeriksaan di Inspektorat Jenderal Kemendagri. Ia menyatakan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi tindakan tersebut sambil meminta maaf kepada semua pihak.

Tim pemeriksa mengajukan sekitar 60 pertanyaan yang berfokus pada proses penciptaan lagu dan penyebarluasannya. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB pada Jumat, 3 Juli 2026.

Sebelumnya Om Zein menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram. Ia menegaskan bahwa lirik lagu menceritakan perjalanan hidupnya sendiri dan berterima kasih atas perhatian publik sebagai bentuk kasih sayang.

Atalia Praratya menilai lirik lagu tidak menunjukkan penghormatan kepada perempuan dan menyinggung nilai budaya Sunda. Kemendagri akan menyusun laporan hasil klarifikasi beserta rekomendasi sanksi untuk Menteri Dalam Negeri.

Artikel Terkait

Shindy Lutfiana apologizing on stage at the MPR quiz competition in West Kalimantan.
Gambar dihasilkan oleh AI

MC of MPR Quiz Competition Apologizes for Controversial Remarks

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Shindy Lutfiana, the host of the final round of the MPR RI Four Pillars Quiz Competition in West Kalimantan, issued an apology after her remarks drew public criticism.

Purwakarta Regent Saepul Bahri Binzein has removed his song titled Lalaki Langit Lalanang Bejat from social media following criticism and a legal notice.

Dilaporkan oleh AI

Purwakarta Regent Saepul Bahri Binzein, known as Om Zein, is back in the spotlight after an old video of him reciting a poem matching the lyrics of the controversial song ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ spreads widely.

Coordinating Minister for Law, Human Rights, Immigration and Penitentiary Affairs Yusril Ihza Mahendra has deemed the title of the documentary film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita provocative. He confirmed that the government has not banned screenings of the film.

Dilaporkan oleh AI

Azizah Salsha has forgiven Bigmo following a prolonged social media conflict. She hopes the incident serves as a lesson in responsible online behavior. The reconciliation statement came on April 7, 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak