Video lawas om zein baca puisi lalaki langit lalanang bejad kembali viral

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein kembali menjadi sorotan setelah video lawasnya membacakan puisi yang sama dengan lirik lagu kontroversial ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ beredar luas.

Lagu berbahasa Sunda tersebut menuai kritik karena liriknya dinilai merendahkan perempuan. Om Zein telah menurunkan lagu dari media sosial dan menyampaikan permohonan maaf.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika lagu yang berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejadi dianggap mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain. Om Zein tidak bermaksud untuk itu," ungkapnya di Instagram.

Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia Rita Tila menyatakan ketidaksetujuannya pada pilihan lirik tersebut. Jabar Bantuan Hukum melayangkan somasi karena dianggap mengandung unsur misoginis.

Kementerian Dalam Negeri juga memeriksa kasus ini. Video lawas menunjukkan Om Zein membacakan puisi di panggung dengan rambut gondrong dan kaos putih.

Artikel Terkait

Shindy Lutfiana apologizing on stage at the MPR quiz competition in West Kalimantan.
Gambar dihasilkan oleh AI

MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf atas Pernyataan Kontroversial

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Shindy Lutfiana, pembawa acara final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya menuai kritik publik.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghapus lagu ciptaannya berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejat dari media sosial setelah mendapat kritik dan somasi.

Dilaporkan oleh AI

Saepul Bahri Binzein atau Om Zein diperiksa Kemendagri selama delapan jam pada 3 Juli 2026 terkait lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' yang menuai kritik dari Atalia Praratya.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin dan mantan tim suksesnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Langkat.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak