Grup boyband 1VERSE menuai kritik tajam setelah mengunggah dan menghapus sebuah video TikTok pada 21 Juli yang menjadikan kekerasan terhadap anak sebagai bahan bercandaan. Grup tersebut dan salah satu anggotanya, Kenny, telah menyampaikan permintaan maaf pada keesokan harinya, namun banyak penggemar menyatakan keluar dari komunitas penggemar.
Video yang kini telah dihapus tersebut menampilkan tiga anggota 1VERSE dengan keterangan "Aku akan tunjukkan bagaimana cara mengetahui saat seorang anak mengalami kekerasan," yang memperlihatkan satu anggota tersentak ketika anggota lainnya membuka tangan. Setelah para penggemar menyampaikan keluhan, akun resmi grup tersebut merilis pernyataan yang mengakui rasa sakit hati yang ditimbulkan di dalam komunitas 5TARZ. Kenny merilis dua permintaan maaf dalam bentuk audio di platform penggemar b.stage, menjelaskan bahwa klip tersebut dimaksudkan untuk menyindir rumor bahwa agensi melakukan kekerasan terhadap para anggota. Para penggemar menilai penjelasan tersebut tidak memadai dan menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai manajemen grup serta status dua anggota yang sedang absen. Banyak akun penggemar mengumumkan bahwa mereka akan hiatus permanen atau tutup sama sekali, dengan beberapa pelanggan membatalkan keanggotaan berbayar mereka. Yang lainnya menuntut agar grup tersebut dibubarkan, merujuk pada kontroversi yang berulang dan kurangnya perilisan musik baru.