SM Entertainment ajukan laporan hukum terhadap akun-akun jahat

SM Entertainment mengumumkan pada 10 Juli bahwa mereka telah mengajukan laporan hukum terhadap puluhan akun di berbagai platform karena melanggar hak artis melalui unggahan jahat. Agensi tersebut menekankan bahwa upaya menghapus konten atau menonaktifkan akun tidak akan membebaskan pelaku dari tanggung jawab.

Menurut sumber yang dekat dengan agensi tersebut, SM Entertainment telah mengamankan bukti secara waktu nyata dan menempuh langkah hukum yang tegas tanpa pengecualian terhadap mereka yang menyebarkan informasi palsu, fitnah, atau deepfake. Pernyataan tersebut mencantumkan sejumlah akun X seperti @M*LSIZZYANG dan @T*OO1101, serta galeri DC Inside dan kanal YouTube, dengan laporan yang telah diajukan.

Agensi tersebut menyoroti kebijakan nol toleransinya dan berterima kasih kepada para penggemar atas laporan melalui KWANGYA 119, sembari terus memantau platform termasuk kafe Naver, Nate Pann, dan Instagram. Tindakan hukum juga mencakup theqoo dengan 108 pengguna yang telah ditandai.

SM Entertainment menegaskan kembali bahwa mereka akan meminta pertanggungjawaban penuh dari para pelaku anonim, serta melanjutkan pengumpulan bukti bersama perwakilan hukum untuk melindungi para artisnya.

Artikel Terkait

KQ Entertainment released an official notice on July 21 detailing efforts to protect ATEEZ from online harm. The agency confirmed it is pursuing legal measures based on gathered evidence of defamation and false information.

Dilaporkan oleh AI

SEVENTEEN's agency PLEDIS Entertainment has released a fresh statement detailing its ongoing legal battles to shield the group from defamation and privacy breaches, with special focus on members serving in the military.

A leaked document shows that Madison Square Garden Entertainment tracked the personal details of three prominent privacy activists who opposed its use of facial recognition technology. The file was part of a larger data breach that exposed millions of customer records earlier this month.

Dilaporkan oleh AI

Several lawmakers accused of receiving cash in suitcases have filed libel and cyberlibel charges against their accusers.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak