Kontrak berjangka emas dan perak siap dibuka lebih tinggi setelah serangan Israel ke Iran

Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan preventif Israel terhadap Iran, mendorong permintaan aset safe-haven. Kontrak berjangka emas dan perak diantisipasi mengalami pembukaan gap-up pada Senin. Perkembangan ini menyajikan peluang naik bagi pedagang bullion.

Konflik Israel-Iran baru-baru ini telah memperburuk risiko geopolitik, mendorong investor mencari perlindungan di aset safe-haven seperti emas dan perak. Menurut analisis pasar, serangan preventif Israel terhadap Iran telah meningkatkan permintaan untuk logam mulia ini. Kontrak berjangka emas dan perak diharapkan dibuka lebih tinggi di pasar bullion pada Senin, mencerminkan ketidakpastian yang meningkat. Pedagang di platform seperti MCX mungkin menemukan potensi kenaikan signifikan pada komoditas ini di tengah ketegangan yang sedang berlangsung. Kata kunci terkait peristiwa ini mencakup harga emas, harga perak, konflik Israel-Iran, dan perdagangan komoditas. Situasi ini menggarisbawahi sensitivitas pasar bullion terhadap perkembangan internasional.

Artikel Terkait

Trading floor in panic amid US-Israel strikes on Iran: stocks fall as gold and oil prices surge on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

Serangan AS-Israel ke Iran: Emas, minyak melonjak saat saham turun

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Setelah serangan AS-Israel ke Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—yang dirinci dalam liputan sebelumnya tentang volatilitas pasar kripto—harga emas naik 2% sementara minyak melonjak lebih dari 7%, mencerminkan permintaan safe-haven di tengah ketegangan Timur Tengah yang meningkat.

Precious metals gold and silver reached all-time highs in January 2026 before experiencing sharp volatility and cooling off by nearly 10%. Global and domestic markets saw significant gains last month, but prices are now expected to remain range-bound for weeks. Analysts predict back-and-forth movements within defined zones.

Dilaporkan oleh AI

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memanas sejak akhir Februari 2026 memicu kenaikan harga minyak dan emas dunia, mendorong pengusaha Indonesia menyiapkan langkah mitigasi risiko jangka pendek. Bank Indonesia waspada terhadap potensi inflasi akibat biaya transportasi dan produksi yang melonjak. Pasar saham Asia turun, sementara investor beralih ke aset aman seperti emas.

Bitcoin traded around $88,000 on Monday, recovering slightly from weekend lows but remaining close to its yearly bottom amid broader market uncertainties. Meanwhile, gold and silver pushed to record highs before pulling back, highlighting exhaustion in their surges. Analysts point to risks like a potential U.S. government shutdown as weighing on cryptocurrency sentiment.

Dilaporkan oleh AI

Harga minyak melonjak tajam setelah serangan AS dan Israel ke Iran, memperburuk ketegangan Timur Tengah. Kontrak berjangka Brent dan WTI mencapai level tertinggi beberapa bulan karena risiko pasokan melalui Selat Hormuz mengintai. Analis memprediksi kenaikan lebih lanjut, berpotensi mencapai 80 dolar AS per barel pada 2026, naik 20%.

The price of gold has vaulted past $5,000 an ounce for the first time, carrying South Africa's rand to its best level since June 2022. Prospects of a US government shutdown have weakened the dollar, driving investors toward the safe-haven metal. This development has raised the likelihood of an interest rate cut by the Reserve Bank's Monetary Policy Committee on Thursday.

Dilaporkan oleh AI

Serangan udara AS-Israel selama akhir pekan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memicu pembalasan Iran di seluruh kawasan dan penutupan Selat Hormuz. Eskalasi ini telah mendorong harga minyak di atas $85 per barel, tertinggi sejak Juli 2024, di tengah kekhawatiran gangguan alur energi. Pasar global bereaksi dengan jatuhnya saham dan naiknya harga komoditas.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak