Harga emas tetap tertekan meskipun ada ketegangan di Asia Barat

Harga emas turun secara tak terduga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat, menyimpang dari peran tradisionalnya sebagai aset safe-haven. Dolar AS yang kuat, imbal hasil Treasury yang meningkat, dan aksi ambil untung setelah kenaikan baru-baru ini menjadi faktor utama yang menekan harga. Para analis mencatat prospek jangka pendek yang fluktuatif namun prospek jangka panjang yang konstruktif.

Emas, yang sering dipandang sebagai aset safe-haven selama kerusuhan geopolitik, justru mengalami penurunan harga meskipun ketegangan meningkat di Asia Barat. Tren yang tidak biasa ini menandai penyimpangan dari ekspektasi, karena investor biasanya berbondong-bondong ke emas batangan dalam skenario seperti itu. Sebaliknya, beberapa dinamika pasar sedang terjadi. Dolar AS yang menguat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan. Secara bersamaan, imbal hasil Treasury AS yang menanjak menawarkan imbal hasil yang lebih baik pada aset berbunga, yang menarik modal keluar dari emas yang tidak menghasilkan bunga. Aksi ambil untung mengikuti reli sebelumnya, dengan para pedagang mengunci keuntungan di tengah tekanan ini. Jalur jangka pendek untuk harga emas tampak fluktuatif dan tidak menentu. Namun, pandangan jangka panjang tetap positif, didukung oleh risiko geopolitik yang berkelanjutan di Asia Barat dan kekhawatiran inflasi yang lebih luas. Faktor-faktor ini dapat mempertahankan minat pada logam mulia dari waktu ke waktu. Kata kunci yang terkait dengan analisis ini mencakup harga emas, ketegangan Asia Barat, dampak dolar AS, dan prospek logam mulia.

Artikel Terkait

Illustration of Asian stock traders reacting to falling markets amid US-Iran tensions and rising oil prices.
Gambar dihasilkan oleh AI

Asia shares slip amid escalating US-Iran tensions

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Global markets tumbled as US-Iran tensions and prolonged Israeli conflict drove oil prices higher. Asian shares and futures dipped, with investors preparing for extended fighting. The inflationary pressures have reduced expectations for central bank rate cuts.

Despite escalating geopolitical tensions from the Middle East war, gold prices have declined, countering its traditional safe-haven status. Traders attribute this to a broad risk-off sentiment, a strengthening US dollar, and profit-taking following prior gains. Experts view the drop as a temporary adjustment, with long-term support for precious metals intact.

Dilaporkan oleh AI

In the ongoing West Asia conflict—now including heightened Iran-US tensions—gold prices were nearly flat on Friday but headed for a 2% weekly loss. Surging oil prices continue to drive inflation fears and expectations of prolonged high interest rates, tempering safe-haven demand.

The US and Israeli strikes on Iran, which killed supreme leader Ali Khamenei, have led to the closure of the Strait of Hormuz and a surge in oil and gold prices. This escalation is threatening South Africa's inflation control efforts and interest rate cuts. While higher oil prices pose risks, rising gold prices offer some economic benefits.

Dilaporkan oleh AI

Gold prices in Egypt's local market rose by EGP 175, pushing the 21-karat gram to EGP 7,100, tracking global ounce gains amid US-Iran geopolitical tensions. Saeed Imbabi, executive director of iSagha, attributed the increase mainly to the global ounce rise and the strong US dollar.

Asian equities opened higher, tracking gains in US stocks and Treasuries, as investors overlooked geopolitical tensions. Markets displayed cautious optimism despite worries over oil prices and inflation, with the Federal Reserve's interest-rate decision pending. Oil prices held near $103 amid expectations of continued volatility until energy stabilizes.

Dilaporkan oleh AI

Following US and Israeli strikes on Iran that killed Supreme Leader Ali Khamenei and prompted Strait of Hormuz disruptions, oil prices rose nearly 8% amid ongoing tensions. Indian markets shed Rs 6.35 lakh crore on Tuesday, with the rupee weakening on supply fears. Globally, the dollar strengthened as a safe haven while the yen and euro weakened.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak