Harga emas tetap tertekan meskipun ada ketegangan di Asia Barat

Harga emas turun secara tak terduga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat, menyimpang dari peran tradisionalnya sebagai aset safe-haven. Dolar AS yang kuat, imbal hasil Treasury yang meningkat, dan aksi ambil untung setelah kenaikan baru-baru ini menjadi faktor utama yang menekan harga. Para analis mencatat prospek jangka pendek yang fluktuatif namun prospek jangka panjang yang konstruktif.

Emas, yang sering dipandang sebagai aset safe-haven selama kerusuhan geopolitik, justru mengalami penurunan harga meskipun ketegangan meningkat di Asia Barat. Tren yang tidak biasa ini menandai penyimpangan dari ekspektasi, karena investor biasanya berbondong-bondong ke emas batangan dalam skenario seperti itu. Sebaliknya, beberapa dinamika pasar sedang terjadi. Dolar AS yang menguat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan. Secara bersamaan, imbal hasil Treasury AS yang menanjak menawarkan imbal hasil yang lebih baik pada aset berbunga, yang menarik modal keluar dari emas yang tidak menghasilkan bunga. Aksi ambil untung mengikuti reli sebelumnya, dengan para pedagang mengunci keuntungan di tengah tekanan ini. Jalur jangka pendek untuk harga emas tampak fluktuatif dan tidak menentu. Namun, pandangan jangka panjang tetap positif, didukung oleh risiko geopolitik yang berkelanjutan di Asia Barat dan kekhawatiran inflasi yang lebih luas. Faktor-faktor ini dapat mempertahankan minat pada logam mulia dari waktu ke waktu. Kata kunci yang terkait dengan analisis ini mencakup harga emas, ketegangan Asia Barat, dampak dolar AS, dan prospek logam mulia.

Artikel Terkait

Illustration of Indian markets declining due to geopolitical tensions with Iran, showing traders and falling financial indicators.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pasar dan rupee India melemah seiring sinyal Trump untuk mengakhiri gencatan senjata Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Saham dan mata uang rupee India jatuh tajam pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal berakhirnya gencatan senjata dengan Iran. Serangan baru AS terhadap Iran dan kenaikan harga minyak memicu aksi jual tersebut. Harga emas dan perak juga memperpanjang kerugian dalam perdagangan di Mumbai.

Di tengah konflik Asia Barat yang sedang berlangsung—yang kini mencakup ketegangan Iran-AS yang meningkat—harga emas hampir stagnan pada hari Jumat tetapi menuju penurunan mingguan sebesar 2%. Melonjaknya harga minyak terus memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan, sehingga meredam permintaan aset safe-haven.

Dilaporkan oleh AI

Harga emas telah turun selama dua minggu berturut-turut. Meningkatnya biaya minyak dan kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS membebani daya tarik logam mulia tersebut.

Harga perak dan emas meningkat pada hari Rabu menyusul pertemuan Federal Reserve dan pengumuman dari bank sentral lainnya. Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya harga minyak dan dolar AS. Logam mulia mendapatkan momentum di tengah penguatan aset berisiko yang lebih luas.

Dilaporkan oleh AI

Gold prices in Egypt dropped sharply on Tuesday to their lowest level this year amid falling global markets and a stable Egyptian pound.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak