Harga perak dan emas kembali naik pasca pertemuan FOMC

Harga perak dan emas meningkat pada hari Rabu menyusul pertemuan Federal Reserve dan pengumuman dari bank sentral lainnya. Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya harga minyak dan dolar AS. Logam mulia mendapatkan momentum di tengah penguatan aset berisiko yang lebih luas.

Perak dan emas naik lebih tinggi dalam perdagangan harian setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan keputusan dari berbagai bank sentral global. Pengumuman Federal Reserve, bersama dengan yang lainnya, memicu minat beli terhadap logam mulia, menurut analis Elior Manier. Harga XAG/USD dan XAU/USD menunjukkan kekuatan pada sesi tersebut, sebagaimana dilaporkan dalam komentar pasar pada 30 April 2026. Reli ini terjadi saat minyak mentah dan dolar AS melemah, yang mendorong kenaikan logam dan aset berisiko lainnya. Para pedagang mencatat adanya tawaran beli baru di pasar logam, yang mencerminkan optimisme pasca pembaruan dari bank sentral. Pergerakan ini menyoroti sensitivitas komoditas terhadap sinyal kebijakan moneter dan fluktuasi mata uang. Tidak ada target harga khusus atau prakiraan jangka panjang yang dirinci dalam analisis langsung tersebut.

Artikel Terkait

Gold prices rose slightly on Wednesday as the dollar weakened. Investors watched for progress in US-Iran peace talks and comments from Federal Reserve officials. Upcoming PCE data also drew attention for clues on monetary policy.

Dilaporkan oleh AI

Gold prices remained unchanged as progress in U.S.-Iran peace talks provided some regional stability. Rising expectations for a December Federal Reserve interest rate hike weighed on the metal. Traders increased bets on the rate increase.

The Indian government has increased customs duties on gold, silver and platinum to curb imports and preserve foreign exchange reserves amid rising oil prices from the West Asia conflict.

Dilaporkan oleh AI

Gold prices in Egypt's local market rose by EGP 175, pushing the 21-karat gram to EGP 7,100, tracking global ounce gains amid US-Iran geopolitical tensions. Saeed Imbabi, executive director of iSagha, attributed the increase mainly to the global ounce rise and the strong US dollar.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak