Harga emas turun pada hari Jumat, menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan sinyal hawkish dari Federal Reserve.
Harga telah turun lebih dari 20 persen dari penutupan tertinggi bulan Januari. Puncak intraday sebesar $5.586,20 per ons sempat tercapai pada 29 Januari.
Logam mulia ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak November 2023. Kerugian ini terjadi setelah kenaikan tajam yang berlangsung dari tahun 2025 hingga awal 2026.
Proyeksi Federal Reserve mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Goldman Sachs telah memprediksi harga emas akan mencapai $4.900 pada bulan Desember.