Harga emas stabil di tengah risiko Timur Tengah sebelum keputusan Fed

Harga emas tetap stabil karena para investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah menjelang keputusan Federal Reserve AS. Serangan-serangan baru Iran dan pembunuhan seorang pejabat senior Iran telah meningkatkan ketegangan, mengganggu suplai minyak dan mendorong harga di atas 100 dollar AS per barel.

Pasar global telah menilai implikasi dari ketegangan Timur Tengah yang sedang berlangsung, dengan harga emas bertahan stabil. Konflik ini melibatkan serangan-serangan baru dari Iran dan pembunuhan seorang pejabat senior Iran, yang telah meningkatkan risiko. Perkembangan-perkembangan ini telah berdampak pada suplai minyak, mendorong harga minyak mentah di atas $100 per barel, di tengah-tengah kekhawatiran akan rute-rute utama seperti Selat Hormuz. Para investor memantau dengan seksama ketegangan Iran-Israel karena hal ini mempengaruhi ekspektasi inflasi dan suku bunga. Pada saat yang sama, perhatian beralih ke keputusan Federal Reserve AS yang akan datang mengenai logam mulia dan kebijakan ekonomi yang lebih luas. Kata kunci yang terkait dengan peristiwa ini menyoroti harga emas, harga minyak, dan keterlibatan Gedung Putih. Kombinasi risiko geopolitik dan antisipasi kebijakan moneter ini membuat emas tetap stabil, dan berfungsi sebagai aset safe-haven bagi para investor yang menghadapi ketidakpastian.

Artikel Terkait

Trading floor in panic amid US-Israel strikes on Iran: stocks fall as gold and oil prices surge on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

Serangan AS-Israel ke Iran: Emas, minyak melonjak saat saham turun

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Setelah serangan AS-Israel ke Iran yang membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—yang dirinci dalam liputan sebelumnya tentang volatilitas pasar kripto—harga emas naik 2% sementara minyak melonjak lebih dari 7%, mencerminkan permintaan safe-haven di tengah ketegangan Timur Tengah yang meningkat.

Harga emas turun secara tak terduga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat, menyimpang dari peran tradisionalnya sebagai aset safe-haven. Dolar AS yang kuat, imbal hasil Treasury yang meningkat, dan aksi ambil untung setelah kenaikan baru-baru ini menjadi faktor utama yang menekan harga. Para analis mencatat prospek jangka pendek yang fluktuatif namun prospek jangka panjang yang konstruktif.

Dilaporkan oleh AI

Meskipun ketegangan geopolitik meningkat akibat perang Timur Tengah, harga emas justru menurun, bertentangan dengan status safe haven tradisionalnya. Para pedagang mengaitkannya dengan sentimen risk-off yang meluas, penguatan dolar AS, dan pengambilan keuntungan setelah kenaikan sebelumnya. Para pakar memandang penurunan ini sebagai penyesuaian sementara, dengan dukungan jangka panjang bagi logam mulia yang masih utuh.

Harga minyak terus naik tajam menuju $100 per barel pada hari ke-8 konflik Israel-AS-Iran, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Melanjutkan lonjakan minggu lalu di tengah serangan awal, eskalasi ini memicu volatilitas pasar global, dengan saham India menghadapi risiko inflasi yang lebih tinggi akibat ketergantungan impor minyak.

Dilaporkan oleh AI

The price of gold has vaulted past $5,000 an ounce for the first time, carrying South Africa's rand to its best level since June 2022. Prospects of a US government shutdown have weakened the dollar, driving investors toward the safe-haven metal. This development has raised the likelihood of an interest rate cut by the Reserve Bank's Monetary Policy Committee on Thursday.

Harga minyak melonjak 3% pada Senin, 29 Maret, dengan minyak mentah Brent mendekati $120 per barel, melanjutkan reli pekan lalu yang dipicu oleh ancaman AS-Iran. Eskalasi konflik, termasuk kekhawatiran akan serangan darat AS di Iran dan serangan Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap Israel, memicu lonjakan tersebut di tengah gangguan pasokan di jalur pelayaran utama.

Dilaporkan oleh AI

Oil prices recorded their largest daily gain since October, driven by concerns over a potential new conflict between the United States and Iran. Brent crude surpassed US$71 per barrel after a 4.3% rise, while West Texas Intermediate traded above US$66. Analysts warn that the US military buildup in the region could close the window for a diplomatic agreement.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak