Harga emas tetap stabil karena para investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah menjelang keputusan Federal Reserve AS. Serangan-serangan baru Iran dan pembunuhan seorang pejabat senior Iran telah meningkatkan ketegangan, mengganggu suplai minyak dan mendorong harga di atas 100 dollar AS per barel.
Pasar global telah menilai implikasi dari ketegangan Timur Tengah yang sedang berlangsung, dengan harga emas bertahan stabil. Konflik ini melibatkan serangan-serangan baru dari Iran dan pembunuhan seorang pejabat senior Iran, yang telah meningkatkan risiko. Perkembangan-perkembangan ini telah berdampak pada suplai minyak, mendorong harga minyak mentah di atas $100 per barel, di tengah-tengah kekhawatiran akan rute-rute utama seperti Selat Hormuz. Para investor memantau dengan seksama ketegangan Iran-Israel karena hal ini mempengaruhi ekspektasi inflasi dan suku bunga. Pada saat yang sama, perhatian beralih ke keputusan Federal Reserve AS yang akan datang mengenai logam mulia dan kebijakan ekonomi yang lebih luas. Kata kunci yang terkait dengan peristiwa ini menyoroti harga emas, harga minyak, dan keterlibatan Gedung Putih. Kombinasi risiko geopolitik dan antisipasi kebijakan moneter ini membuat emas tetap stabil, dan berfungsi sebagai aset safe-haven bagi para investor yang menghadapi ketidakpastian.