Karyawan Google DeepMind mendesak para pemimpin perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang menjamin keselamatan fisik mereka dari agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai saat bekerja. Hal ini menyusul dugaan upaya agen federal memasuki kampus Cambridge perusahaan pada musim gugur lalu. Permintaan ini berasal dari kekhawatiran internal yang dibagikan melalui pesan yang diperoleh WIRED.
Dalam langkah yang menyoroti ketegangan antara pekerja teknologi dan penegakan imigrasi AS, staf Google DeepMind meminta kepemimpinan untuk mengembangkan rencana dan kebijakan khusus. Langkah-langkah ini bertujuan melindungi karyawan dari pertemuan dengan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di area perusahaan, seperti terungkap dari tangkapan layar komunikasi internal yang diperoleh WIRED. Pemicu permintaan ini tampaknya adalah insiden pada musim gugur, ketika seorang agen federal dilaporkan mencoba mengakses kampus Cambridge milik Google. Peristiwa ini mendorong staf untuk mencari jaminan formal terhadap interaksi dengan pejabat imigrasi selama jam kerja. Kata kunci terkait cerita ini mencakup Google, DeepMind, imigrasi, Donald Trump, dan Silicon Valley, yang menggarisbawahi arus politik yang lebih luas di sektor teknologi. Pesan internal menekankan perlunya keselamatan fisik, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat di kalangan karyawan di tengah pengawasan imigrasi yang ketat. Tidak ada detail lebih lanjut tentang niat agen atau respons perusahaan yang diungkapkan dalam informasi yang tersedia.