Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Selasa menyetujui RUU rekonsiliasi yang didukung Partai Republik untuk mengarahkan sekitar 70 miliar dolar AS bagi penegakan imigrasi, yang menyediakan pendanaan multi-tahun bagi Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Border Patrol hingga akhir tahun fiskal 2029.
Undang-undang tersebut disahkan dengan perolehan suara 214–212, sebagian besar berdasarkan garis partai, dengan menggunakan proses rekonsiliasi anggaran agar dapat berlanjut tanpa dukungan suara dari Partai Demokrat. (nhpr.org) Pemungutan suara tersebut mengakhiri kebuntuan panjang terkait pendanaan penegakan imigrasi. NPR melaporkan bahwa kebuntuan tersebut berlangsung selama 115 hari dan dimulai setelah petugas federal menembak dan menewaskan dua pengunjuk rasa di Minneapolis awal tahun ini, yang mendorong Partai Demokrat untuk menahan dukungan bagi dana tambahan tanpa adanya perubahan pada taktik penegakan hukum. (nhpr.org) Namun, Reuters menggambarkan insiden sebelumnya sebagai penembakan fatal terhadap dua warga Amerika oleh agen imigrasi pada bulan Januari. (streetinsider.com) Berdasarkan RUU tersebut, Kongres memberikan dana sekaligus kepada ICE yang digambarkan oleh NPR sebagai lebih dari tiga kali lipat anggaran tahunan terakhirnya, dengan persyaratan yang relatif sedikit mengenai seberapa cepat dana tersebut harus dibelanjakan. Aturan ini menetapkan batas waktu akhir tahun fiskal 2029 bagi dana tersebut untuk digunakan sepenuhnya, daripada membatasi pengeluaran hanya untuk satu tahun fiskal. (nhpr.org) Paket akhir ini juga mengikuti langkah Senat minggu lalu. Senat meloloskan versinya dengan perolehan suara 52–47, di mana Senator Lisa Murkowski dari Alaska memberikan suara bersama Partai Demokrat menentang RUU tersebut, lapor CBS News. (cbsnews.com) Partai Demokrat berpendapat bahwa pendanaan multi-tahun dengan persyaratan yang minim akan mengurangi pengaruh dan pengawasan Kongres. Dalam laporan NPR, para pegiat imigrasi juga memperingatkan bahwa mengalirkan dana dalam jumlah besar ke lembaga-lembaga tersebut dengan persyaratan yang longgar akan melemahkan akuntabilitas dibandingkan dengan alokasi anggaran di masa lalu. (nhpr.org)