Ibu dan pacarnya di Indiana didakwa atas kematian putranya yang berusia 4 tahun akibat kelalaian

Angel Lovely dan Nicholas Bergdoll menghadapi dakwaan tindak pidana kelalaian setelah putra Lovely yang berusia 4 tahun, Malichi, ditemukan tewas di dalam lemari ruang bawah tanah yang berantakan di Indianapolis. Bocah laki-laki yang menderita cerebral palsy dan hidrosefalus serta tidak bisa berjalan, berbicara, atau makan sendiri itu ditemukan dalam kondisi tidak responsif pada 23 Maret. Dokumen pengadilan memerinci kesaksian saudara-saudaranya bahwa ia sering dikurung di sana.

Petugas Departemen Kepolisian Metropolitan Indianapolis menanggapi panggilan ke sebuah rumah di Monticello Drive pada pukul 16.25, 23 Maret, terkait seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun yang tidak responsif. Petugas tanggap darurat menemukan Angel Lovely, 37 tahun, sedang melakukan CPR pada putranya, Malichi Lovely. Tim medis melarikannya ke Riley Children's Health, tempat ia dinyatakan meninggal tak lama setelah tiba. Kantor Koroner Marion County belum menentukan penyebab dan cara kematiannya, menurut laporan WXIN. Dokumen pengadilan menggambarkan lemari ruang bawah tanah tersebut, yang dipenuhi dekorasi Natal, sebagai tempat Malichi sering tidur dan dikurung. Ia ditemukan dengan darah di mulut, baju, bantal, dan selimutnya. Penyelidik mencatat bahwa ia telah dimasukkan ke dalam lemari tersebut pada malam sebelum kematiannya. Salah satu saudara kandungnya melaporkan mendengar suara tersedak dari dalam lemari pada pagi harinya sebelum berangkat sekolah, meskipun Lovely mengatakan kepada polisi bahwa ia tidak mengetahuinya. Seorang anak perempuan yang pulang ke rumah kemudian menggambarkan saat membuka pintu lemari, ia melihat darah keluar dari mulut Malichi dan matanya terbalik. Ketiga saudara Malichi yang lebih tua memberi tahu detektif bahwa ibu mereka sering mengurungnya di lemari dan tidak memperhatikannya, menyebut tempat itu sebagai 'kamar kecil' di mana ia 'terjebak'. Nicholas Bergdoll, 36 tahun, pacar Lovely yang baru dipacarinya beberapa bulan, memberi tahu penyelidik, 'Saya tidak akan memberitahunya bagaimana cara mendidik anak-anaknya,' dan mengeklaim bahwa ia sedang tidur di ruang bawah tanah dan tidak mengetahui adanya masalah. Lovely menjelaskan bahwa ia terkadang membawa bocah yang tidak bisa berbicara itu ke dalam lemari dengan pintu sedikit terbuka saat ia menangis, untuk mengambil waktu bernapas sejenak. Catatan menunjukkan Malichi sebelumnya pernah mengalami masalah pengabaian medis, termasuk berat badan kurang dan kurang gizi; ia sempat dikeluarkan dari asuhan ibunya pada tahun 2024 sebelum hak asuh dikembalikan. Lovely dan Bergdoll tetap berada di Penjara Marion County menunggu jadwal sidang berikutnya pada 30 Maret.

Artikel Terkait

Karloina Davis and Pierson Davis face murder and child abuse charges after their son Vincent died from caregiver neglect. On August 12, 2024, the mother called 911 claiming the child was beyond help. Authorities found the toddler severely malnourished amid squalid home conditions.

Dilaporkan oleh AI

A 30-year-old man in Clermont County, Ohio, faces murder and other charges in the death of his 4-month-old daughter last December. Authorities allege Marcellaus Nekie Malone suffocated the infant through tight swaddling after months of abuse. He is held on $1 million bond ahead of a court appearance next week.

A Pennsylvania mother faces felony charges after her 4-year-old autistic son was found dead on the floor of their home, having been left there for more than 24 hours. Amie Marie Ruleman called 911 on April 7, initially claiming she thought the boy was sleeping. Authorities say medical evidence and her revised account point to severe neglect.

Dilaporkan oleh AI

An 11-year-old boy in Fox Lake, Illinois, was found beaten and wearing only a diaper, leading to the arrest of his mother, Pricilla P. Marshall, and her boyfriend, Cody R. Marion. The pair faces charges including aggravated battery and endangering the life of a child after allegedly subjecting the boy to prolonged abuse. Other children in the home were unharmed.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak