Pemerintah Indonesia diminta memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Para ahli menekankan pentingnya diversifikasi pasar dan diplomasi adaptif.
Direktur Eksekutif Global Insight Forum Teuku Rezasyah menyatakan dalam webinar pada 19 Juli 2026 bahwa konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu Selat Hormuz dan meningkatkan biaya logistik global.
Ia menyarankan diversifikasi pasar ekspor serta penguatan rantai pasok untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Posisi Indonesia dengan politik bebas aktif dinilai mendukung peran sebagai middle power.
Kepala Program Studi Kewilayahan Timur Tengah UI Mulawarman Hannase menambahkan bahwa dinamika kawasan kini dipengaruhi energi, perdagangan, dan geoekonomi. Senior Fellow GIF Chandra Purnama menekankan peran diplomasi multilateral.