Performa gemilang Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 menarik minat 10 klub Eropa terhadap para pemainnya. Skuad asuhan Hector Souto mencapai final untuk pertama kali, meski kalah dari Iran lewat adu penalti. PSSI juga menerima denda AFC sebesar Rp235 juta tanpa banding.
Timnas Futsal Indonesia berhasil mencapai partai final Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Jakarta, sebuah pencapaian historis pertama kali bagi skuad Garuda. Pada 7 Februari 2026, di Indonesia Arena, mereka menahan imbang Iran 5-5 hingga akhir perpanjangan waktu, sebelum kalah 4-5 melalui adu penalti. Iran, sebagai juara bertahan dan raja futsal Asia, memenangkan gelar tersebut.
Keberhasilan ini membuka peluang bagi pemain Indonesia di Eropa. Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menyatakan bahwa 10 klub kuat dari Spanyol, Portugal, Prancis, dan negara lain telah menghubunginya untuk menanyakan potensi pemain Indonesia. Informasi ini diperoleh melalui penasihat kompetisi futsal Indonesia asal Spanyol, Jose Tirado.
"10 klub kuat dari Spanyol, Portugal, Prancis dan lainnya sudah kontak saya menanyakan potensi pemain asal Indonesia," tulis Michael Victor Sianipar di Instagram.
Salah satu pemain yang paling menonjol adalah Israr Megantara, lahir 30 Oktober 2004, yang menerima tawaran konkret dari Burela FS, klub di kasta kedua liga futsal Spanyol. Jika terealisasi, ia akan mengikuti jejak Evan Soumilena, yang pernah bermain di Portugal bersama ADCR Caxinas. Ketertarikan terhadap pemain Asia Tenggara semakin meningkat, seperti contoh pemain Thailand Muhammad Osamanmusa di FS Cartagena, Spanyol.
Di sisi lain, pencapaian ini diwarnai sanksi dari AFC. Komite Disiplin dan Etik AFC menjatuhkan denda total USD 14.000 atau sekitar Rp235 juta kepada PSSI atas pelanggaran disiplin selama turnamen. Sanksi ini berasal dari dua pertandingan: Indonesia vs Korea Selatan pada 27 Januari 2026, dan Iran vs Afghanistan pada 1 Februari 2026.
Pelanggaran di laga melawan Korea Selatan mencakup individu tanpa akreditasi memasuki area teknis (USD 3.000), suporter memasuki lapangan (USD 3.000), dan kegagalan memastikan keamanan stadion (USD 5.000). Sementara itu, di laga Iran vs Afghanistan, lima suporter memasuki lapangan, mengakibatkan denda USD 3.000.
"Satu individu yang berafiliasi dengan tergugat memasuki area di sekitar lapangan permainan dan/atau area akses terkendali pada akhir pertandingan tanpa memiliki perangkat akreditasi yang diperlukan secara fisik," tulis pernyataan resmi AFC.
PSSI memutuskan tidak mengajukan banding atas denda tersebut. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan keputusan ini untuk mendidik publik bahwa futsal berada di bawah naungan PSSI, termasuk tanggung jawab pembiayaan.
"Enggak lah. Ya sudah kita terima saja. Ya paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI, denda," ujar Arya Sinulingga.
"Supaya netizen banyak yang mengerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Pembiayaan juga kita yang tanggung. Futsal kemarin di Piala Asia itu besar yang kita biayai," imbuhnya.
PSSI memiliki waktu 30 hari untuk melunasi denda sejak keputusan diterbitkan.