Sebuah jurnal ilmiah telah menghapus dua makalah yang ditulis oleh fisikawan Max Planck pada tahun 1940-an dengan alasan pelanggaran hak cipta. Para sejarawan yang menemukan penarikan tersebut menyatakan bahwa tindakan ini mendistorsi catatan sejarah dan menuntut agar makalah-makalah tersebut dipulihkan.
Jurnal Naturwissenschaften, yang kini bernama The Science of Nature, menarik makalah tersebut tanpa penjelasan lebih lanjut selain catatan mengenai pelanggaran artikel. Dokumen-dokumen tersebut tidak lagi muncul di dalam arsip dan digantikan oleh halaman kosong. Sejarawan Yves Gingras dan Mahdi Khelfaoui melacak penarikan tersebut hingga sekitar tahun 2005, saat banyak jurnal memindahkan kontennya ke daring. Mereka meyakini bahwa sistem otomatis telah menandai karya-karya tersebut sebagai duplikat berdasarkan aturan modern yang tidak berlaku pada era Planck. Pemimpin redaksi saat ini, Suzanne Scarlata, mengatakan bahwa tindakan tersebut kemungkinan besar merupakan kesalahan algoritma. Penerbit Springer Nature menolak untuk berkomentar dan memblokir editorial yang membahas masalah ini. Kedua makalah tersebut kini berada dalam domain publik. Gingras mendesak pihak jurnal untuk memulihkannya, dengan menyatakan bahwa penghapusan tersebut tidak dapat diterima secara intelektual.