JPMorgan menjadi lebih berhati-hati terhadap prospek pertumbuhan TI India

JPMorgan telah menurunkan pandangannya terhadap perusahaan-perusahaan TI India, dengan memprediksi permintaan yang lebih lemah dan berbagai hambatan dalam dua tahun ke depan. Perusahaan pialang tersebut menurunkan peringkat sejumlah saham termasuk HCL Technologies dan Wipro.

JPMorgan mengantisipasi tantangan bagi perusahaan TI India selama dua tahun ke depan, dengan alasan permintaan yang tidak pasti serta kombinasi hambatan teknologi dan ekonomi.

Perusahaan pialang tersebut telah menurunkan peringkat beberapa saham, termasuk HCL Technologies dan Wipro, karena valuasi saat ini belum mencerminkan kekhawatiran tersebut.

Para analis memproyeksikan penurunan prakiraan pertumbuhan pendapatan untuk tahun fiskal 2027, dengan awal tahun yang lebih lambat yang memengaruhi kekuatan yang biasanya terjadi pada paruh pertama.

Artikel Terkait

JPMorgan has downgraded Indian equities to neutral from overweight. The bank warned that the Nifty index could fall to 20,500 in a bear-case scenario, implying a 15% downside from current levels. Near-term risks include elevated valuations and uncertainties from the Iran war and energy disruptions.

Dilaporkan oleh AI

Indian IT stocks fell sharply on Wednesday following HCL Technologies' disappointing fourth-quarter earnings and cautious outlook. The Nifty IT index suffered a substantial drop amid renewed investor worries over artificial intelligence disruption. Major firms including Infosys, TCS and Tech Mahindra also declined.

Market expert Sunil Subramaniam has advised caution for investors amid geopolitical uncertainty and rising input costs. He highlighted consumer durables, capital goods and public sector banks as preferred sectors.

Dilaporkan oleh AI

Several brokerages have identified 10 largecap stocks in India with significant upside potential despite rising oil prices from the US-Iran war. Crude oil has surpassed $125 per barrel, fueling inflation fears and market uncertainty. Stocks like HDFC Bank and Bharti Airtel top the lists from firms including Jefferies and Axis Direct.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak