RBI peringatkan perang di Asia Barat dapat mengganggu prospek pertumbuhan India

Reserve Bank of India memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Asia Barat dapat menghambat lintasan pertumbuhan positif negara tersebut. Bank sentral menilai bahwa dampaknya kemungkinan masih akan terkendali dalam waktu dekat.

Reserve Bank of India mengeluarkan peringatan tersebut dalam penilaiannya terhadap kondisi ekonomi. Pihaknya mencatat bahwa meskipun dampak saat ini dari konflik tersebut tampak terbatas, eskalasi lebih lanjut menimbulkan risiko bagi prospek India yang sebaliknya cukup menguntungkan untuk periode mendatang, termasuk proyeksi PDB untuk tahun 2026-27.

Artikel Terkait

Realistic illustration showing India's economic growth with cityscape and financial symbols amid global challenges.
Gambar dihasilkan oleh AI

India's economy grows 7.7 per cent in 2025-26 amid global shocks

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Provisional GDP estimates released on Friday show 7.7 per cent growth for 2025-26. The figure exceeds the government's February prediction by 0.1 percentage points. Outlook for 2026-27 points to a slowdown.

Saugata Bhattacharya menyatakan bahwa hanya ada sedikit indikasi ekonomi India mengalami panas berlebih. Ia mencatat beberapa faktor yang dapat membentuk pertumbuhan dan kebijakan moneter.

Dilaporkan oleh AI

Mayoritas ekonom memperkirakan Reserve Bank of India akan menjaga suku bunga kebijakannya tetap tidak berubah pada pertemuan bulan Juni. Ketegangan geopolitik dan prakiraan cuaca buruk disebut sebagai faktor utama di balik keputusan yang diantisipasi tersebut.

Prime Minister Narendra Modi has urged citizens to reduce spending on gold and petroleum products amid falling foreign exchange reserves and rising import bills linked to the West Asia conflict.

Dilaporkan oleh AI

Rupee India merosot ke rekor terendah baru terhadap dolar AS, dipicu oleh lonjakan biaya impor energi selama krisis energi yang sedang berlangsung serta meningkatnya arus keluar modal. Hal ini semakin menekan Reserve Bank of India (RBI) untuk kemungkinan menaikkan suku bunga, yang akan mengakhiri jeda dalam pengetatan moneter.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak