Selebgram Julia Prastini alias Jule mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari mantan suaminya, Na Daehoon, sebagai pemicu perselingkuhannya dengan Safrie. Pengakuan ini viral melalui direct message di Instagram, memicu keraguan netizen karena hak asuh tiga anak mereka jatuh ke tangan Daehoon. Jule mengaku khawatir kondisi anak-anaknya.
Julia Prastini, yang dikenal sebagai Jule, kembali menjadi sorotan publik setelah pengakuannya tentang alasan perselingkuhan dengan Safrie bocor melalui direct message (DM) di Instagram pada 11 Januari 2026. Dalam DM tersebut, Jule mengungkapkan tekanan mental yang dialaminya pasca-skandal tersebut. "Jujur aja ya aku sempat ngerasa down banget kemarin pas kasus aku sama Safrie viral," katanya, seperti dikutip dari Instagram @gosip_danu.
Jule menjelaskan bahwa ia telah berusaha menemui Na Daehoon untuk meminta maaf, tetapi mantan suaminya enggan bertemu karena takut dihakimi netizen. "Aku itu udah nemuin Daehoon buat minta maaf tapi netizen malah goreng berita biar makin panas. Jadi Daehoon kayak apa ya, kayak gengsi nerima aku karena takut dijudge netizen," ujarnya. Lebih lanjut, Jule menuding Daehoon melakukan KDRT sebagai latar belakang perselingkuhannya. "Aku selingkuh ada sebabnya. Sesuai dengan klarifikasi mama aku waktu itu," katanya. "Daehoon suka KDRT," tambahnya.
Pengakuan ini mengejutkan karena Daehoon selama ini dikenal sebagai ayah penyayang. Hak asuh ketiga anak mereka—Jena, Junho, dan Eunho—yang masih di bawah 12 tahun, diberikan kepada Daehoon oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada awal Desember 2025, setelah ia mengajukan cerai talak pada November 2025 akibat masalah rumah tangga termasuk perselingkuhan. Netizen meragukan klaim KDRT, dengan komentar seperti "Kalo suka kdrt hakim pengadilan tak mungkin serahkan hak asuh anak pada daehoon" dan "Kalau KDRT tinggal kasih lihat bukti visum dan laporkan ke polisi, kalau kdrt nggak mungkin hakim ngasih hak asuh ke ayahnya." Jule mengaku khawatir dengan kondisi anak-anaknya: "Nggak nyangka kan? Karena itu dia selama ini diem aja nggak buka suara karena kalau aku yang buka suara dia bisa kena hujat mati-matian sedang aku mikirin Jena, Junho, Eunho."
Kasus ini menyoroti kompleksitas perceraian selebriti di Indonesia, di mana tuduhan KDRT harus dibuktikan secara hukum untuk memengaruhi keputusan pengadilan.