Insanul Fahmi angkat bicara soal rencana masa depannya dengan dua istrinya, Wardatina Mawa dan Inara Rusli. Ia tegas menyatakan enggan menceraikan keduanya dan ingin bertanggung jawab sepenuhnya. Pernyataan ini bertentangan dengan keinginan Wardatina untuk bercerai setelah kasus dugaan perzinaan diselesaikan polisi.
Jakarta – Insanul Fahmi, pria berusia 26 tahun, akhirnya berbicara terbuka kepada media mengenai konflik rumah tangganya yang melibatkan istri pertamanya, Wardatina Mawa, dan istri keduanya, Inara Rusli. Dalam wawancara di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini, ia menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kedua pernikahannya.
"Mau gimanapun aku sebagai laki-laki juga harus gentle, harus bertanggung jawab lah. Kalau bisa dipertahankan, aku berjuang sampai titik darah penghabisan," ujar Insanul Fahmi.
Ia menekankan sikap adilnya terhadap kedua wanita tersebut, mengaku masih menjalin hubungan baik dengan mereka. "Kalau sekarang kita jalanin dua-duanya. Dua-duanya aku perjuangin. Kan harus adil kan," tegasnya. Insanul meyakini perasaannya terhadap Wardatina dan Inara setara demi keadilan.
Namun, posisi Insanul bertolak belakang dengan keinginan Wardatina Mawa. Ibu satu anak itu telah menyatakan niat mengajukan gugatan cerai setelah kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan suaminya ditangani kepolisian. Wardatina sebelumnya melaporkan Insanul dan Inara ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan, mengaku merasa dikhianati dan ditipu.
Meski tegas, Insanul mengakui tidak akan memaksakan kehendak jika Wardatina bersikeras bercerai. "Tapi kalau misalnya dari sisi Mawanya seperti itu (ingin cerai), aku juga enggak mau harga diri aku diinjak-injak. Jadi ya kalau misalnya memang mau seperti itu ya tafadhol. Yang penting tanggung jawab aku sudah aku tunaikan," katanya.
Pernyataan ini memicu perdebatan publik lebih lanjut, terutama karena kasus telah memasuki ranah hukum. Konflik ini menyoroti dinamika emosional dan opini publik yang terbelah di tengah tekanan laporan polisi.