Pengusaha Insanul Fahmi telah resmi berdamai secara hukum dengan Inara Rusli pada 21 Januari 2026, setelah memberikan klarifikasi di Polda Metro Jaya. Kini, ia fokus pada upaya rujuk dengan istri pertamanya, Wardatina Mawa, yang mengajukan dua syarat utama. Kuasa hukumnya menjanjikan pemenuhan syarat tersebut secepat mungkin.
Pada Rabu, 21 Januari 2026, Insanul Fahmi mendatangi Polda Metro Jaya di Jakarta untuk memberikan klarifikasi terkait kesepakatan damai dengan Inara Rusli atas laporan dugaan penipuan berdasarkan Pasal 378 KUHP. Didampingi kuasa hukum Tommy Tri Yunanto, pemeriksaan di Unit Kamneg 3 berlangsung lancar dan hanya melibatkan lima pertanyaan seputar proses perdamaian. Tommy menyatakan, 'Alhamdulillah hari ini sudah selesai pemeriksaan klarifikasi di Kamneg 3 Polda Metro Jaya. Dan Alhamdulillah semua berjalan lancar karena, pertanyaannya hanya sebatas mempertegas mengenai perdamaian.' Hasilnya, keduanya dinyatakan berdamai secara hukum, dengan berita acara mencatat mekanisme restorative justice dan latar belakang kesepakatan tersebut. Tommy menambahkan bahwa proses ini memberikan kepastian hukum dan membuka lembaran baru bagi Insanul. Setelah menyelesaikan urusan hukum dengan Inara, Insanul kini mengalihkan perhatian ke rekonsiliasi dengan Wardatina Mawa, istri sah pertamanya. Upaya ini menjadi sorotan publik setelah konflik yang melibatkan pernikahan siri Insanul dengan Inara mencuat. Wardatina mengajukan dua syarat: permohonan maaf terbuka di depan media dan pembuktian status pernikahan siri dengan Inara. Tommy menegaskan kliennya siap memenuhi syarat-syarat itu dalam waktu dekat untuk memperbaiki hubungan rumah tangga. 'Doakan yang terbaik buat Insanul. Kita mendukung bagaimana dia bisa balik lagi ke istri sahnya yaitu Mawa. Bagaimana caranya supaya Mawa bisa luluh kembali. Itu yang terpenting,' ujar Tommy pada 22 Januari 2026. Insanul berada di persimpangan pilihan, dengan kemungkinan meninggalkan hubungan dengan Inara. 'Ini menjadi pilihan buat Insanul. Ya pasti akan melakukan suatu tindakan yang di mana harus memilih,' kata Tommy, menambahkan, 'Ada kemungkinan (meninggalkan Inara Rusli).' Pemenuhan syarat dijadwalkan secepat mungkin, mungkin hari itu atau besoknya, untuk mempercepat proses perdamaian.