Usai sidang perceraian dengan Ridwan Kamil pada 31 Desember 2025, Atalia Praratya membagikan pesan harapan untuk 2026 yang menekankan setiap akhir sebagai awal baru. Ia menyangkal keterlibatan pihak ketiga dalam gugatan cerai, sementara pengacaranya membantah rumor tentang anak angkat mereka, Arka.
Tahun 2025 menjadi masa sulit bagi Atalia Praratya, anggota DPR RI, yang menghadapi berbagai ujian, termasuk perceraian dengan Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat. Pada 31 Desember 2025, sidang lanjutan di Pengadilan Agama Bandung membahas pemeriksaan pokok perkara setelah mediasi gagal. Atalia hadir langsung dengan dua saksi, yaitu kakak kandung dan asisten rumah tangga, sementara Ridwan diwakili kuasa hukumnya, menurut Panitera Dede Supriadi.
Atalia menegaskan bahwa isu orang ketiga, termasuk rumor perselingkuhan dengan Aura Kasih, tidak termasuk dalam gugatan cerainya. "Oh, saya.. tidak ada di dalam ajuan dari gugatan kami. Terkait itu tanya kepada yang bersangkutan saja," ujarnya usai sidang, dikutip dari YouTube Cumicumi. Pengacara Ridwan, Wenda Aluwi, juga membantah rumor bahwa Arka, anak angkat mereka, adalah buah hubungan dengan Aura Kasih, berdasarkan dokumen hukum. "Kami mempunyai privilege untuk melihat dokumen-dokumen tersebut, termasuk dokumen hukum Ananda Arka. Sehingga kami bisa memastikan bahwa Ananda Arka ini enggak ada kaitannya," tegas Wenda.
Rumor semakin memanas dengan spekulasi pernikahan Ridwan dan Aura berdasarkan lukisan 'Marry in Manhattan', yang ternyata karya Aura sendiri, bukan Ridwan, seperti diungkap penelusuran media sosial. Unggahan lama Ridwan tentang permintaan maaf lelaki menuai kritik netizen, dianggap sebagai pencitraan. Sementara itu, unggahan Atalia dari Oktober 2025 tentang memeluk luka batin kini dilihat sebagai curahan hati.
Menutup 2025, Atalia berbagi pesan di Instagram: "Every ending is a new beginning (Setiap akhir adalah awal yang baru)." Ia optimis menyambut 2026 dengan "New year, new hope, new start... Bismillahirrahmanirrahim." Proses cerai memasuki tahap kesimpulan melalui e-litigasi, dengan hak asuh Arka direncanakan bersama.