Wardatina Mawa membuka peluang memaafkan suaminya, Insanul Fahmi, setelah pertemuan emosional di Jakarta Barat. Namun, maaf itu disertai dua syarat tegas: permintaan maaf publik dan bukti pernikahan siri yang diklaim terjadi pada 7 Agustus. Insanul Fahmi menyanggupi syarat tersebut untuk memperbaiki hubungan rumah tangga mereka.
Setelah tiga bulan terpisah, Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi akhirnya bertemu secara langsung pada pagi hari di kawasan Tomang, Jakarta Barat. Pertemuan tertutup itu difasilitasi oleh kuasa hukum masing-masing, termasuk Tommy Tri Yunanto dari pihak Insanul, serta dihadiri keluarga Mawa. Insanul sempat melepas rindu dengan anak semata wayangnya dan menyampaikan permintaan maaf secara tulus kepada Mawa dan keluarganya.
"Insan meminta maaf secara khusus terhadap Mawa, terhadap kakak-kakaknya. Nah itu benar-benar terjadi dan benar-benar secara tulus ya Insan memberikan statement itu," ungkap Tommy usai pertemuan, saat ditemui di kawasan Citos, Jakarta Selatan.
Meski emosional, pertemuan itu membuka peluang perdamaian. Mawa bersedia memaafkan Insanul, tapi dengan dua syarat utama. Pertama, Insanul harus meminta maaf secara terbuka kepada keluarganya dan Mawa di hadapan media. Kedua, bukti pernikahan siri dengan Inara Rusli yang diklaim dilakukan pada 7 Agustus lalu.
"Ada dua syarat. Jadi syarat yang pertama adalah Insanul harus secara terbuka meminta maaf... Yang kedua adalah Mawa mau minta bukti pernikahan siri terhadap Inara. Jadi kalau memang sudah nikah siri di tanggal 7, buktikan," jelas Tommy.
Pihak Insanul siap memenuhi syarat tersebut. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada Senin atau Selasa mendatang untuk membuktikan kebenaran pernikahan siri, termasuk identitas ustaz dan saksi. "Insanul menyanggupi itu semua," tegas Tommy, menandakan niat baik untuk rekonsiliasi setelah konflik rumah tangga yang menjadi sorotan publik.