Kapten Persib Bandung Marc Klok membantah tuduhan rasisme dari Bhayangkara FC usai laga 30 April 2026. Ia menyebut insiden dengan Henry Doumbia sebagai kesalahpahaman di lapangan. Persib dan Layvin Kurzawa juga memberikan dukungan penuh kepadanya.
Insiden terjadi selama laga pekan ke-30 Liga Super 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis, 30 April 2026. Bhayangkara FC mengklaim penyerang Henry Doumbia menerima ucapan bernuansa rasis dari Klok pada babak pertama. Doumbia melaporkan hal itu kepada kapten Wahyu Subo Seto menjelang turun minum, memicu ketegangan yang berlanjut ke lorong pemain dan viral di media sosial. Pertandingan berakhir dengan skor 2-4 untuk kemenangan Persib.
Klok membantah tuduhan melalui Instagram pribadinya. "Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back.’ Kami kemudian membicarakan hal tersebut, ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’," ujarnya. Ia menegaskan kesalahpahaman telah diklarifikasi di lapangan oleh Doumbia dan rekan-rekannya, namun manajer Bhayangkara Sumardji tetap menuduhnya rasis. "Saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," tambah Klok.
Pemain Persib Layvin Kurzawa membela Klok di Instagram Story. "Saya menentang segala bentuk rasisme. Saya sepenuhnya mendukung kapten saya. Saya tahu siapa dia dan apa yang dia perjuangkan," katanya. Bhayangkara FC telah melaporkan Klok ke match commissioner dan Komite Disiplin PSSI.
Persib Bandung menyatakan dukungan penuh dalam pernyataan resmi. "Persib tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun. Persib menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok," tulis klub. Mereka mendorong proses objektif dan transparan dari otoritas terkait.