Seorang ibu dari New Jersey telah mengajukan gugatan terhadap United Airlines, mengklaim putrinya yang berusia 4 tahun mengalami luka bakar parah akibat air panas mendidih yang tumpah selama penerbangan dari Newark ke Tel Aviv pada April 2025. Aduan tersebut menuduh pramugari menyajikan air itu tanpa tutup kepada anak lain, yang mengakibatkan kecelakaan. Keluarga meminta kompensasi untuk biaya medis dan kerusakan terkait.
Miriam Landynski, seorang ibu dari New Jersey, sedang menggugat United Airlines menyusul insiden pada penerbangan internasional pada April 2025. Menurut gugatan yang diajukan di pengadilan, kejadian itu terjadi selama perjalanan dari Newark ke Tel Aviv ketika seorang pramugari menyerahkan secangkir air panas ekstrem tanpa tutup kepada anak lain dalam keluarga. Cangkir itu tidak sengaja jatuh, menumpahkan cairan mendidih ke tubuh putri Landynski yang berusia 4 tahun dan menyebabkan luka bakar seketika. Terperinci dalam aduan, anak itu mengalami cedera serius, termasuk bekas luka permanen, rasa sakit signifikan, dan trauma emosional. Keluarga melaporkan biaya medis berkelanjutan dan kesulitan lain akibat insiden tersebut. Aduan itu berargumen bahwa maskapai gagal menjaga kondisi aman bagi penumpang, khususnya dalam menangani cairan panas di lingkungan kabin yang ramai. Dokumen pengadilan menyatakan cedera tersebut telah merampas kesenangan hidup gadis itu serta menyebabkan kerusakan fisik dan emosional jangka panjang. Pakar keselamatan penerbangan mencatat bahwa cairan untuk minuman panas di penerbangan bisa melebihi 180 derajat Fahrenheit, berpotensi menyebabkan cedera kulit dalam hitungan detik. Pramugari biasanya menggunakan wadah berinsulasi dan tutup, tetapi gugatan mengklaim tindakan pencegahan dasar tidak diikuti di sini. United Airlines belum memberikan tanggapan publik terhadap gugatan tersebut, yang diharapkan berlanjut melalui sistem hukum selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kasus ini menyoroti risiko terkait penyajian minuman panas pada penerbangan jarak jauh, di mana turbulensi dan kursi sempit meningkatkan kemungkinan tumpahan. United pernah menghadapi gugatan penumpang sebelumnya, seperti insiden 2017 yang melibatkan pemindahan paksa dari penerbangan, yang mengarah pada perubahan kebijakan. Namun, luka bakar dari cairan panas tetap relatif tidak umum dalam sengketa penerbangan.