Nicholas Rossi, 38 tahun, meninggal dunia pada Kamis malam di sebuah penjara di Utah setelah menghentikan perawatan medis untuk kondisi yang dideritanya. Ia sedang menjalani hukuman setidaknya 10 tahun penjara menyusul vonis bersalah atas dua kasus kekerasan seksual pada tahun 2025.
Rossi diekstradisi ke Utah dari Skotlandia pada tahun 2024 setelah upaya bertahun-tahun untuk melacak keberadaannya. Ia diidentifikasi pada tahun 2018 melalui sampel DNA dari perangkat tes pemerkosaan dan ditangkap di Skotlandia pada tahun 2021 saat sedang menjalani perawatan karena COVID-19. Otoritas menyatakan bahwa Rossi telah menggunakan setidaknya selusin nama samaran untuk menghindari penangkapan dan telah memalsukan kematiannya sendiri pada tahun 2020 melalui sebuah obituari daring. Selama proses pengadilan, ia mengaku sebagai seorang yatim piatu asal Irlandia bernama Arthur Knight yang sedang dijebak. Jaksa wilayah Salt Lake County, Sim Gill, menyatakan bahwa Rossi adalah seorang predator seksual yang mencoba melarikan diri dari pertanggungjawaban. Gill menambahkan bahwa para penyintas dari kejahatannya dapat merasa lega karena ia meninggal di penjara dengan menyadari pelanggaran-pelanggarannya. Rossi sempat hadir di pengadilan dengan kursi roda dan menggunakan tabung oksigen. Menurut Departemen Pemasyarakatan Utah, para korban dan keluarga telah diberi tahu mengenai kematian tersebut.