Rajesh Exports menghadapi penyelidikan SEBI atas dugaan penipuan

Perusahaan terbesar keempat di India, Rajesh Exports, sedang diselidiki oleh SEBI atas kemungkinan penipuan keuangan. Penyelidikan telah mengungkap adanya ketidakberesan akuntansi dan potensi pengalihan dana.

Manajemen puncak perusahaan telah menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya operasi di luar negeri. Mereka mengaitkan kegiatan tersebut dengan promotor Rajesh Mehta. Auditor yang terlibat dalam peninjauan juga sedang diperiksa terkait perilaku mereka. Penyelidikan terus memeriksa praktik keuangan perusahaan tersebut. Rajesh Exports telah melaporkan pendapatan yang sangat besar namun dengan laba yang minim dalam periode-periode terakhir.

Artikel Terkait

Illustration of corrupt bank officials, government workers, and intermediaries plotting Rs 950 crore fraud using fake documents in Chandigarh banks, with CBI investigators nearing.
Gambar dihasilkan oleh AI

Key players behind multiple bank frauds in Chandigarh and Haryana

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Nearly Rs 950 crore in public funds have been siphoned off in multiple frauds involving IDFC First Bank, Kotak Mahindra Bank and others in Chandigarh and Haryana. Investigations reveal a collusive network of bank officials, government employees and private intermediaries using fake fixed deposits, forged documents and shell firms. The Haryana government has asked the CBI to take over the probe.

Otoritas pasar modal India telah mengirimkan surat peringatan (show cause notice) kepada enam investor portofolio asing (FPI) Capital Group atas dugaan pelanggaran kerahasiaan perdagangan. Tindakan ini menyusul klaim bahwa detail pesanan sensitif dibagikan secara tidak pantas, yang memungkinkan terjadinya aktivitas front-running.

Dilaporkan oleh AI

The Enforcement Directorate arrested two former Reliance Anil Ambani Group executives on June 12, 2026, in connection with a ₹114.98 crore loan fraud case involving State Bank of India.

Sembilan perusahaan smallcap di BSE memberikan kinerja luar biasa pada kuartal Maret 2026, dengan laba bersih melonjak lebih dari 50% secara tahunan dan harga saham naik 50% hingga 170% dalam setahun terakhir. Empat dari saham-saham ini menjadi multibagger, memberikan imbal hasil lebih dari dua kali lipat bagi investor. Data dari ACE Equity menyoroti momentum ini di tengah hasil yang beragam dari 168 perusahaan yang melaporkan laporan keuangan.

Dilaporkan oleh AI

Rajasthan's Anti-Corruption Bureau arrested retired IAS officer Subodh Agarwal on April 9 in connection with alleged irregularities amounting to ₹960 crore in the Jal Jeevan Mission tender process. Agarwal, on the run since a court issued an arrest warrant, was apprehended in Delhi and brought to the ACB headquarters. He is being interrogated and will be produced before a special court within 24 hours.

Investor asing terus menjual saham sektor keuangan India pada paruh pertama Mei, menarik dana sebesar ₹17.960 crore. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran mengenai margin perbankan yang lebih ketat dan berkurangnya daya tarik dibandingkan pasar negara berkembang lainnya.

Dilaporkan oleh AI

Investor institusi asing telah menjual saham India senilai lebih dari Rs 2 lakh crore sepanjang tahun 2026, menandai bulan ketiga berturut-turut mereka menjadi penjual bersih di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak