Real Madrid tampil dominan di Santiago Bernabeu, mengalahkan Real Betis 5-1 di La Liga berkat hat-trick Gonzalo Garcia. Kemenangan ini menandai tiga kemenangan beruntun bagi tim peringkat dua Xabi Alonso, meski tanpa Kylian Mbappe. Betis di posisi keenam sempat melawan sebentar tapi tak mampu atasi kekuatan serangan Madrid.
Real Madrid menunjukkan penampilan mengesankan melawan Real Betis, meraih kemenangan 5-1 yang menonjolkan kredensial mereka sebagai pengejar gelar di La Liga. Pertandingan di Santiago Bernabeu menampilkan Gonzalo Garcia sebagai bintang dengan hat-trick tanpa Kylian Mbappe, sementara Federico Valverde menyumbang dua assist.
Madrid mengatur nada sejak awal, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang lewat Vinicius Junior di sisi kiri. Terobosan datang di menit ke-20 ketika tendangan bebas Rodrygo menemukan Garcia di tiang jauh; penyerang muda itu sundul bola menyapu gawang ke sudut bawah untuk gol La Liga pertamanya musim ini.
Betis kesulitan membalas, hanya mampu tembakan spekulatif yang tak menguji Thibaut Courtois. Peluang terbaik mereka sebelum babak pertama adalah sundulan Juan Hernandez yang melambung, meninggalkan Madrid unggul 1-0 saat turun minum.
Babak kedua Madrid langsung gaspol. Lima menit setelah restart, umpan akurat Valverde memungkinkan Garcia mengontrol dengan dada dan melepaskan tembakan rendah ke gawang, gandakan keunggulan. Tak lama kemudian, dari tendangan sudut Rodrygo, Raul Asencio sundul keras jadi 3-0.
Betis sempat mengancam, dengan tendangan bebas Giovani Lo Celso membentur tiang dan memaksa Courtois melakukan penyelamatan. Hernandez manfaatkan kesalahan bertahan di menit 66, mengelabui kiper untuk skor 3-1.
Momentum segera kembali ke Madrid saat pengganti Arda Guler meluncurkan Garcia untuk gol ketiganya, sepakan cerdik ke sudut jauh. Di menit-menit akhir, umpan Valverde dari kanan dimanfaatkan Fran Garcia untuk cetak gol kelima tanpa kawalan di tiang jauh.
Hasil ini menempatkan tim Alonso empat poin di belakang pemuncak Barcelona setelah tiga kemenangan berturut-turut, meski penampilan sebelumnya kurang meyakinkan. Betis, dengan hanya satu kekalahan dalam 13 laga lintas kompetisi, bertahan di peringkat enam dan mengincar tiket Eropa.